Purbalingga, relasipublik — Pagi di Desa Krangean belum sepenuhnya hangat ketika suara batu beradu mulai terdengar dari sudut jalan desa. Di antara pepohonan tinggi dan tanah yang masih basah, warga bersama Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga terlihat sibuk menyusun batu demi batu di sisi jalan yang sebelumnya rawan longsor.
Sebagian warga berdiri di bibir jalan membawa batu kali, sementara yang lain turun ke dasar pondasi untuk menyusunnya menjadi talud penahan tanah. Di atasnya, beberapa anggota satgas mengatur alur pekerjaan, memastikan setiap bagian pondasi benar-benar kuat sebelum rabat beton dilanjutkan.
Tak ada yang bekerja sendiri pagi itu. Tangan warga dan TNI bergerak bersamaan, saling membantu memindahkan material di medan yang cukup curam. Lumpur yang menempel di sepatu bot dan pakaian tak lagi dipedulikan. Yang ada di benak mereka hanya satu, membuat jalan desa menjadi lebih aman dan tidak mudah longsor saat musim hujan datang.
Perlahan, bentuk jalan yang kokoh mulai terlihat. Tumpukan batu yang tadinya berserakan kini tersusun rapi menjadi pondasi penahan. Jalan yang dulu mudah terkikis air sedikit demi sedikit berubah menjadi akses yang lebih kuat untuk dilalui warga.
Peltu Rudi salah satu satgas TMMD mengatakan pengerjaan talud dan rabat beton dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur jalan agar tahan lama dan aman digunakan masyarakat.
“Di sini kondisi tanahnya cukup labil, jadi pondasi harus benar-benar kuat supaya jalan tidak mudah longsor. Karena itu warga dan satgas bersama-sama memperkuat bagian bawah sebelum rabat beton dilanjutkan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menjadi energi tersendiri bagi satgas TMMD di lapangan. Meski pekerjaan cukup berat, suasana kebersamaan membuat proses pembangunan terasa lebih ringan.
Di sela aktivitas itu, sesekali terdengar candaan kecil antarwarga dan anggota satgas. Ada yang mengangkat batu sambil tersenyum, ada pula yang saling menyemangati dari atas gundukan tanah. Pemandangan sederhana itu menjadi gambaran bagaimana pembangunan di Krangean tidak hanya tentang membangun jalan, tetapi juga merawat kebersamaan.
Bagi warga, jalan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah. Jalan tersebut menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari, mulai dari membawa hasil kebun hingga akses anak-anak menuju sekolah. Karena itu, setiap batu yang dipasang hari ini seolah menjadi harapan agar kehidupan warga ke depan berjalan lebih mudah dan aman.












