sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung ke Kabupaten Tanah Datar menyusul parahnya dampak banjir dan longsor yang melanda empat kecamatan beberapa hari terakhir.
Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB Yustam Syahril didampingi Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly meninjau langsung sejumlah titik terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar, Jumat (15/5).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendampingan BNPB pasca ditetapkannya status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
“Pak Kepala BNPB menginstruksikan kami meninjau langsung ke lapangan, pertama untuk melakukan pendampingan dan juga melihat infrastruktur yang terdampak apakah mengganggu kehidupan maupun penghidupan masyarakat,” ujar Yustam Syahril.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam menetapkan status tanggap darurat dan membangun komunikasi intensif dengan BNPB sejak awal bencana terjadi.
Menurut Yustam, bantuan kebutuhan dasar dari BNPB sudah mulai disalurkan dan tambahan bantuan lainnya sedang dalam perjalanan menuju Tanah Datar.
“InsyaAllah malam ini bantuan sudah sampai di Kabupaten Tanah Datar,” katanya.
Selain bantuan logistik, BNPB juga meminta pemerintah daerah segera menyampaikan berbagai kebutuhan dan kendala di lapangan, terutama terkait kerusakan infrastruktur yang membutuhkan penanganan cepat.
“Apa yang kami lihat di sini nanti akan kami sampaikan ke pimpinan BNPB. Kami juga meminta Bapak Bupati menyampaikan kendala penanganan di lapangan agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Eka Putra mengungkapkan bencana yang terjadi pada Selasa lalu menyebabkan kerusakan cukup parah di Kecamatan Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting dan Tanjung Emas.
Dampak paling besar, kata Bupati, terjadi pada sektor pertanian. Ratusan lahan persawahan dan perkebunan masyarakat terdampak material banjir, sementara sedikitnya 14 rumah dilaporkan hanyut dan rusak berat serta lebih dari 60 rumah mengalami kerusakan sedang.
Tak hanya itu, sekitar 10 jembatan dilaporkan rusak berat, mulai dari jembatan kendaraan roda empat hingga jembatan gantung yang menjadi akses vital masyarakat.
“Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko darurat bencana di Kecamatan Lintau Buo tepatnya di dekat Jembatan Timbangan Oto Sitangkai Nagari Taluk dan di Kantor Camat Tanjung Emas,” jelas Eka Putra.
Di tengah proses penanganan darurat, Bupati kembali mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan BMKG terkait potensi hujan sedang hingga lebat sampai 18 Mei mendatang.
“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, khususnya yang tinggal di bantaran sungai,” tegasnya.
Turunnya BNPB ke Tanah Datar menjadi sinyal bahwa bencana yang terjadi bukan persoalan kecil. Kerusakan infrastruktur, lumpuhnya sektor pertanian, hingga ancaman cuaca ekstrem membuat pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu untuk memastikan keselamatan warga dan percepatan pemulihan pascabencana(d13)












