Berita

Di Ujung Penantian, Jembatan Garuda Akhirnya Menyambung Harapan

17
×

Di Ujung Penantian, Jembatan Garuda Akhirnya Menyambung Harapan

Sebarkan artikel ini

Purbalingga, relasipublik — Pagi perlahan turun di Desa Krangean. Embun masih menempel di rerumputan ketika beberapa warga mulai melintasi Jembatan Garuda yang kini membentang kokoh menghubungkan Desa Krangean dan Ponjen. Di sisi kanan dan kiri jembatan, satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga bersama warga masih terlihat merapikan pagar pengaman jembatan, sentuhan akhir sebelum pembangunan benar-benar tuntas.

Tak ada lagi suara keras bongkar material seperti beberapa pekan lalu. Kini suasana berubah menjadi lebih tenang. Sesekali terdengar senda gurau warga yang berhenti sejenak di atas jembatan, seolah belum percaya akses yang dulu hanya menjadi harapan kini sudah berdiri nyata di depan mata mereka.

Bagi masyarakat, Jembatan Garuda bukan sekadar jalur penghubung. Ia adalah jawaban dari perjalanan panjang yang selama ini harus ditempuh dengan memutar dan medan yang tak mudah dilalui. Dulu, saat hujan turun, jalan menuju desa tetangga menjadi licin dan merepotkan. Aktivitas warga pun sering terhambat.

Namun kini perlahan semua berubah. Warga mulai hilir mudik dengan langkah lebih ringan. Ada yang membawa hasil kebun, ada pula anak-anak yang sengaja berhenti di tengah jembatan sambil memandang aliran di bawahnya. Kehadiran jembatan itu menghadirkan suasana baru di tengah desa.

Di dekat ujung jembatan, Soleh berdiri sambil memperhatikan pengerjaan akhir yang masih dilakukan satgas TMMD Kodim Purbalingga. Tatapannya tak lepas dari bangunan yang selama ini ia nantikan bersama warga lainnya.

“Sekarang akses sudah dekat, mau ke Ponjen ataupun ke Krangean jadi lebih mudah. Kami bersyukur akhirnya jembatan ini jadi,” katanya, Minggu (10/9/2026).

Baginya, jembatan tersebut lahir bukan hanya dari semen dan besi, tetapi dari kerja sama dan gotong royong yang setiap hari dilakukan antara warga dan satgas TMMD. Sedikit demi sedikit pembangunan itu tumbuh, hingga akhirnya mampu menyambungkan dua desa yang selama ini terpisah akses sulit.

Program TMMD di Krangean kini tak hanya meninggalkan bangunan fisik. Di atas Jembatan Garuda yang mulai ramai dilalui warga, tersimpan cerita tentang harapan yang akhirnya menemukan jalannya pulang.(anr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *