Kabupaten Solok

Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Solok Gelar Pelatihan Dimsum Mentai dan Siomai

44
×

Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkab Solok Gelar Pelatihan Dimsum Mentai dan Siomai

Sebarkan artikel ini
Foto : Kegiatan pelatihan olahan produk yang dilaksanakan DKUKMPP (dok istimewa)

Solok, Relasipublik.com – Upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih kompetitif terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Solok. Salah satunya melalui pelatihan olahan produk kuliner dimsum mentai dan siomai yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP), di Resto Kota Tua Guguk, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian strategis dari program pengembangan UMKM yang telah tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) DKUKMPP. Pelatihan diikuti oleh 45 peserta yang merupakan perwakilan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kabupaten Solok. Para peserta juga difasilitasi dengan uang transportasi serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.

Kepala Bidang UKM, Helvi Yuliati, SH dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, khususnya dalam menciptakan produk olahan yang memiliki nilai tambah tinggi serta mampu bersaing di pasar yang terus berkembang.

“Pelatihan ini tidak hanya fokus pada keterampilan produksi, tetapi juga bagaimana pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan, mulai dari kualitas produk hingga pemasaran,” ujarnya.

Menariknya, pelatihan ini tidak hanya bersifat teori, namun peserta juga langsung melakukan praktik pembuatan dimsum mentai dan siomai. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, teknik memasak, hingga penyajian dilakukan secara langsung di bawah bimbingan instruktur, sehingga peserta dapat memahami secara menyeluruh proses produksi yang baik dan benar.

Sementara itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Deni Prihatni, ST, MT yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan daya saing UMKM lokal. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Solok memiliki potensi besar di sektor kuliner yang harus terus dikembangkan.

Menurutnya, produk seperti dimsum mentai dan siomai memiliki peluang pasar yang luas karena digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, agar mampu bersaing, pelaku UMKM perlu memperhatikan sejumlah aspek penting.

Pertama, pelaku usaha harus terus belajar dan menguasai teknik produksi yang higienis serta menghasilkan cita rasa yang khas. Kedua, menjaga kualitas produk dan memastikan standar halal menjadi hal yang wajib dipenuhi, mengingat konsumen saat ini semakin selektif.

Ketiga, kreativitas dalam kemasan juga menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik produk. “Kemasan yang menarik akan memberikan nilai tambah dan mampu menarik minat konsumen,” jelasnya.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran juga menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Pelaku UMKM didorong untuk memanfaatkan platform e-commerce serta media sosial guna memperluas jangkauan pasar.

Pemerintah daerah, lanjutnya, juga berkomitmen  yang untuk terus mendampingi pelaku UMKM, baik dalam hal perizinan, sertifikasi halal, hingga akses permodalan. Hal ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru yang tangguh dan inovatif di sektor kuliner.

“Kita berharap dari pelatihan ini lahir produk-produk unggulan dimsum dan siomai khas Solok yang mampu menembus pasar lebih luas, bahkan hingga tingkat regional Sumatera,” tambahnya.

Salah satu peserta, Berli Rifli Oksandi, pelaku usaha Ayam Gepuk Bang Bro Singkarak, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan yang disertai praktik langsung membuat dirinya lebih mudah memahami proses pembuatan produk.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami pelaku UMKM. Tidak hanya teori, kami juga langsung praktik, jadi lebih paham mulai dari proses pembuatan hingga penyajian. Ini tentu bisa kami kembangkan untuk menambah variasi menu usaha,” ungkap Berli.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Radiyatul Hayat, SH, MH, Analis Kebijakan Muda Syawlani Affandi, S.Sn, jajaran staf bidang UKM, Narasumber master chef Muhsinin dari Royal Asia serta seluruh peserta pelatihan.

Dengan adanya pelatihan berbasis praktik ini, diharapkan pelaku UMKM Kabupaten Solok tidak hanya mampu memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan langsung yang dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha dan naik kelas di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *