PADANG PANJANG, RELASIPUBLIK.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Padang Panjang berlangsung semarak dan penuh nuansa budaya. Ratusan peserta upacara dari kalangan pelajar, guru, hingga aparatur pemerintahan tampil mengenakan pakaian adat Nusantara sebagai simbol persatuan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Upacara yang digelar di halaman Balai Kota Padang Panjang itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan karakter generasi muda.
Menurut Hendri, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi yang berakhlak, disiplin, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan budaya sendiri. Ia menilai nilai-nilai karakter menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat.
Suasana upacara tampak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena seluruh peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman busana tradisional tersebut menciptakan pemandangan penuh warna sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya nasional.
Hendri mengatakan penggunaan pakaian adat bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bentuk nyata pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Menurutnya, kecintaan terhadap budaya merupakan bagian penting dalam membangun jati diri bangsa.
Dalam amanatnya, ia juga menegaskan bahwa pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia melalui pembelajaran yang dilakukan dengan ketulusan, kasih sayang, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi dasar utama dalam menciptakan generasi unggul di masa depan.
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung semangat penguatan pendidikan nasional melalui pembelajaran yang lebih bermakna. Pemerintah pusat sendiri terus mendorong berbagai program strategis seperti digitalisasi sekolah, peningkatan kualitas guru, serta penguatan pendidikan karakter di lingkungan pendidikan.
Selain upacara, momentum Hardiknas di Padang Panjang juga diramaikan dengan berbagai kegiatan kreativitas pelajar. Pentas seni dan karya siswa menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam berkarya.
Hendri menilai kreativitas dan karakter harus berjalan seiring dalam dunia pendidikan. Menurutnya, siswa tidak cukup hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga harus memiliki integritas, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memajukan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga serta masyarakat luas.
Momentum Hardiknas, lanjut Hendri, harus menjadi refleksi bersama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Ia berharap seluruh sekolah di Padang Panjang mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai budaya bangsa.
Melalui peringatan Hardiknas yang sarat nuansa budaya tersebut, Pemerintah Kota Padang Panjang ingin menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga upaya membangun karakter bangsa yang kuat, beradab, dan mencintai tanah air.(gito)












