sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Memasuki hari ketiga pascabencana banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Datar, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bergerak cepat memastikan seluruh dampak bencana tertangani secara terukur dan tepat sasaran.
Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama Wakil Bupati Ahmad Fadly didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri serta sejumlah kepala OPD kembali turun langsung meninjau titik-titik terdampak, Jumat (15/5/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan seluruh dampak bencana — mulai dari warga terdampak, fasilitas umum hingga lahan pertanian — benar-benar terdata secara menyeluruh dan akurat.
Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah jembatan putus di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo. Di tengah kondisi infrastruktur yang rusak dan akses masyarakat yang terganggu, Bupati Eka Putra tampak menyapa warga sekaligus mendengarkan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pascabencana.
Di hadapan warga, Eka Putra menegaskan bahwa pendataan menjadi kunci utama agar proses penanganan dan penyaluran bantuan tidak meleset dari kebutuhan di lapangan.
“Saya hadir di lokasi ini untuk memastikan seluruh dampak bencana terdata, mulai dari warga, fasilitas umum hingga lahan terdampak, by name by address, sehingga penanganannya bisa terarah dan jelas,” tegasnya.
Instruksi pun langsung diberikan kepada wali nagari beserta perangkat nagari agar bergerak cepat melakukan pendataan riil di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan OPD terkait.
“Segera lakukan pendataan sesuai kondisi di lapangan dan koordinasikan dengan OPD terkait. Saya tidak ingin ada masyarakat ataupun fasilitas terdampak yang tidak terdata,” ujar Eka Putra dengan nada tegas.
Tidak hanya fokus pada pendataan, pemerintah daerah juga mulai menggesa langkah penanganan infrastruktur yang rusak akibat terjangan banjir dan longsor. Sejumlah akses vital yang terputus kini menjadi prioritas penanganan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Eka Putra mengungkapkan, pada hari yang sama tim dari Zipur turut turun langsung meninjau kondisi beberapa jembatan yang hanyut maupun putus akibat derasnya arus banjir.
“Hari ini tim dari Zipur juga sudah turun untuk melihat langsung kondisi beberapa jembatan yang hanyut dan putus, sehingga nantinya bisa segera ditangani menggunakan jembatan bailey maupun konstruksi darurat lainnya,” ungkapnya.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Tanah Datar dalam beberapa hari terakhir telah meninggalkan kerusakan di sejumlah titik, mulai dari infrastruktur, lahan pertanian hingga permukiman warga. Di tengah situasi tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan penanganan cepat, sekaligus mempercepat pemulihan akses dan fasilitas umum yang lumpuh akibat bencana.












