Olahraga

Keterbatasan Sarana Jadi Tantangan, KONI Kota Solok Tetap Dorong Prestasi Atlet

45
×

Keterbatasan Sarana Jadi Tantangan, KONI Kota Solok Tetap Dorong Prestasi Atlet

Sebarkan artikel ini
Foto : Pengurus KONI Kota Solok melakukan monitoring ke Atlet Kota Solok cabor PABSI (dok istimewa)

Padang, Relasipublik.com – Semangat untuk meraih prestasi tak pernah surut, meski di tengah keterbatasan fasilitas. Itulah yang tergambar dari kegiatan monitoring yang dilakukan KONI Kota Solok terhadap cabang olahraga Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi), di D’Bray Fitness, Bandar Buat, Padang, Sabtu (2/5/26).

Monitoring ini menjadi bukti keseriusan KONI Kota Solok dalam memastikan para atlet tetap menjalani program latihan secara optimal, meskipun harus berlatih di luar daerah dengan sarana yang terbatas. Bagi para atlet, kondisi tersebut bukan menjadi alasan untuk berhenti berkembang, melainkan tantangan untuk terus membuktikan kemampuan.

Foto: istimewa

Di tengah suasana latihan yang penuh semangat, Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi dan Pengumpulan Data KONI Kota Solok, Yon Deri Karata, SE, MM menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghalang dalam mengejar prestasi.

“Yang terpenting adalah komitmen dan konsistensi latihan. Sarana dan prasarana memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu. Semangat juang atlet harus tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Yon Deri juga menekankan bahwa proses pembinaan atlet membutuhkan kesabaran dan dukungan semua pihak, tidak hanya dari pengurus, tetapi juga dari lingkungan sekitar atlet.

“Kita ingin atlet Pabersi ini tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga mental. Latihan di tempat sederhana seperti ini justru bisa membentuk daya juang yang lebih tinggi. Ini modal penting untuk menghadapi kompetisi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa KONI Kota Solok akan terus hadir mendampingi para atlet, baik melalui monitoring langsung maupun evaluasi program latihan secara berkala.

“Kami di KONI tidak hanya melihat hasil akhir, tapi juga proses. Selama atlet menunjukkan progres dan disiplin, itu sudah menjadi nilai besar. Kita optimistis dari keterbatasan ini justru akan lahir prestasi yang membanggakan,” tegas Yon Deri.

Tidak hanya pada cabang Pabersi, kondisi serupa juga ditemukan pada cabang olahraga PABSI (Persatuam Angkat Besi Seluruh Indonesia), di mana para atlet bahkan harus menjalani latihan di halaman rumah dengan fasilitas yang sangat terbatas. Situasi ini menjadi potret nyata perjuangan atlet daerah yang tetap konsisten berlatih di tengah keterbatasan.

Kondisi tersebut menjadi catatan serius bagi Pemerintah Kota Solok untuk memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Dukungan infrastruktur dinilai penting untuk menunjang pembinaan atlet agar lebih maksimal dan berkelanjutan.

Meski demikian, keterbatasan yang ada justru membentuk karakter kuat para atlet. Latihan yang dilakukan di ruang sederhana, bahkan di halaman rumah, menjadi bukti bahwa semangat dan tekad tetap menjadi fondasi utama dalam meraih prestasi.

Dengan semangat tersebut, KONI Kota Solok optimistis cabang olahraga Pabersi dan PABSI mampu menjadi andalan dalam perhelatan Porprov Sumatera Barat mendatang, sekaligus melahirkan atlet-atlet tangguh yang siap bersaing di level yang lebih tinggi. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *