LADANG TIBARAU, RELASIPUBLIK – Minggu, 09 Agustus 2026 Dalam rangka membantu warga mengelola sampah dengan lebih baik, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas melaksanakan program kerja pembangunan rocket stove di lingkungan Masjid Jorong Ladang Tibarau, Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Program kerja ini dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dari Fakultas teknik yang berkolaborasi antara Teknik Industri dan Teknik mesin yang beranggotakan Fauziyyah Yaasmiin, Muhammad Imam Asshidiq, dan Muhammad Zikra Arbiansyah Fajri. Ketiganya terlibat langsung dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan desain, penyediaan bahan, hingga pelaksanaan pembangunan rocket stove bersama warga dan pemuda Jorong Ladang Tibarau.
Kegiatan ini bertujuan membantu warga mengelola sampah rumah tangga yang selama ini masih sering dibakar secara terbuka di tepi jalan. Kebiasaan tersebut tidak hanya menimbulkan asap dan bau yang mengganggu, tetapi juga berpotensi mencemari udara serta mengurangi kenyamanan lingkungan sekitar, termasuk area masjid yang menjadi pusat kegiatan warga. Melalui rocket stove ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih tertata, aman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat Jorong Ladang Tibarau.
Rocket stove dibangun menggunakan bata ringan sebagai bahan utama struktur, lem bata ringan sebagai perekat antarbata, serta besi baja yang berfungsi sebagai tatakan tempat sampah diletakkan saat proses pembakaran. Pemilihan bata ringan didasarkan pada sifatnya yang tahan panas dan mudah dipasang, sementara tatakan besi baja memungkinkan sampah terbakar merata sekaligus menjaga sirkulasi udara dari bawah titik pembakaran. Alat ini dirancang dengan ruang bakar yang memanfaatkan efek cerobong (chimney effect), sehingga udara tertarik masuk secara optimal ke titik pembakaran. Prinsip ini membuat proses pembakaran berlangsung lebih terkendali dan lebih sempurna, sehingga sampah terbakar lebih tuntas dan asap yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka di tanah atau tepi jalan.
Lokasi pembangunan dipilih di area masjid dengan pertimbangan bahwa masjid merupakan fasilitas umum yang dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh warga jorong secara bersama. Mengingat keterbatasan sumber daya sehingga pembangunan hanya dapat dilakukan di satu titik, pemilihan lokasi di masjid dianggap sebagai solusi paling netral agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial antarwarga, yang mungkin timbul apabila alat dibangun di lahan milik perseorangan.
Proses pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN bersama warga Jorong Ladang Tibarau. Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, mulai dari proses pemasangan bata hingga penyelesaian akhir konstruksi. Pemuda Ladang Tibarau turut memberikan izin serta dukungan penuh terhadap pembangunan alat pembakaran sampah ini, sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan jorong. Dengan adanya rocket stove ini, warga Jorong Ladang Tibarau kini memiliki alternatif pengelolaan sampah yang lebih tertata dan tidak perlu lagi membakar sampah sembarangan di tepi jalan. Program ini diharapkan mampu mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka, menekan volume asap dan polusi udara di sekitar permukiman, serta meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN Universitas Andalas berharap pengelolaan sampah menggunakan rocket stove dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Jorong Ladang Tibarau. Keberlanjutan pemanfaatan dan perawatan alat oleh warga menjadi kunci utama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, sejalan dengan semangat gotong royong masyarakat setempat.
Penulis: Fauziyyah Yaasmiin
Mahasiswi Universitas Andalas












