Kota Solok, Fokuscyber.com — Sebanyak 65 pelajar pilihan dari berbagai SMA/SMK sederajat di Kota Solok mulai menjalani pemusatan latihan sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) serta pemusatan latihan calon Paskibraka Kota Solok tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Solok di Lapangan Merdeka, Jumat (7/8/2026).
Terpilihnya 65 pelajar tersebut bukan sekadar hasil dari proses seleksi. Mereka kini mengemban tanggung jawab untuk menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Saka Merah Putih pada momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.
Proses seleksi yang ketat menjadi tahapan awal untuk memastikan para calon Paskibraka memiliki kemampuan, kedisiplinan, kesehatan, mental, serta komitmen yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas kenegaraan tersebut.
Bukan Sekadar Baris-Berbaris
Di hadapan para calon Paskibraka, Wali Kota Solok menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mereka melewati seluruh tahapan seleksi.
Menurutnya, status sebagai calon Paskibraka merupakan sebuah kebanggaan. Namun, di balik kebanggaan tersebut terdapat amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
“Atas nama Pemerintah Kota Solok, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada anak-anak sekalian. Kalian adalah putra-putri terbaik daerah ini yang telah melalui proses seleksi ketat dan berhasil terpilih dari sekian banyak pelajar di Kota Solok,” ujar Wali Kota.
Ia menegaskan, pemusatan latihan tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan teknis baris-berbaris.
Lebih dari itu, proses tersebut menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.
Disiplin, kekompakan, kepemimpinan, tanggung jawab dan semangat nasionalisme menjadi nilai yang diharapkan tumbuh selama para calon Paskibraka menjalani pendidikan dan pelatihan.
Dilatih Instruktur Berpengalaman
Selama pemusatan latihan, para calon Paskibraka mendapatkan berbagai materi dan pembinaan teknis. Salah satunya latihan baris-berbaris serta formasi pengibaran bendera.
Latihan tersebut dipimpin oleh instruktur berpengalaman dari Kodim 0309/Solok.
Intensitas latihan menjadi bagian dari proses membentuk kesiapan fisik dan mental peserta. Setiap gerakan harus dilakukan secara terukur, kompak dan disiplin karena kesalahan kecil dalam prosesi pengibaran bendera dapat berdampak pada keseluruhan rangkaian upacara.
Karena itu, para peserta dituntut mampu mengikuti setiap instruksi pelatih dengan konsisten.
Amanah Mengibarkan Merah Putih
Bagi Wali Kota Solok, menjadi Paskibraka memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar mengenakan seragam dan berdiri di lapangan upacara.
Mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan merupakan kehormatan sekaligus amanah.
Wali Kota pun meminta seluruh peserta menjalani proses latihan dengan penuh kesungguhan, ketulusan, disiplin dan semangat pantang menyerah.
Peserta juga diminta menjaga kesehatan selama menjalani pemusatan latihan.
“Kesehatan, kekompakan dan semangat harus dijaga. Ikuti seluruh arahan dan instruksi para pelatih dengan sungguh-sungguh agar nantinya tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan penuh kebanggaan,” pesan Wali Kota.
Dari Lapangan Merdeka untuk Masa Depan Kota Solok
Pemusatan latihan calon Paskibraka Kota Solok pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai persiapan upacara 17 Agustus.
Di balik latihan yang berlangsung disiplin, terdapat proses pendidikan karakter bagi generasi muda.
Para pelajar tersebut ditempa untuk memahami bahwa nasionalisme bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tetapi juga tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kebersamaan dan keteladanan.
Pemerintah Kota Solok berharap proses Pusdiklat Paskibraka tahun ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, berjiwa nasionalis dan mampu menjadi teladan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Sebanyak 65 pelajar itu kini menghadapi tahapan penting. Dari Lapangan Merdeka, mereka dipersiapkan untuk menjalankan satu tugas yang hanya berlangsung beberapa menit, tetapi membawa simbol kehormatan bangsa: mengibarkan Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tugas tersebut akan menjadi pengalaman penting yang diharapkan membentuk karakter mereka jauh melampaui momentum upacara 17 Agustus 2026. (A3)












