sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Upaya menyelamatkan generasi muda dari berbagai persoalan sosial terus diperkuat. Polres Tanah Datar bersama niniak mamak se-Kabupaten Tanah Datar menggelar Seminar Adat dan Diskusi bertema “Satukan Hati Dalam Langkah Nyata Penanggulangan Masalah Sosial dan Penyimpangan Perilaku” di Masjid Al-Mustaqim, Nagari Lima Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Selasa (2/6).
Kegiatan yang dimoderatori oleh Kasat Intelkam Polres Tanah Datar, AKP Dailalul Khairat, SH, menjadi ruang dialog strategis antara aparat kepolisian, tokoh adat, ulama, dan pemerintah dalam merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Ketua BKM Masjid Al-Mustaqim, Zainal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dipilihnya masjid sebagai pusat diskusi dan musyawarah dalam membahas persoalan generasi muda.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral dan karakter masyarakat. Ia berharap seminar tersebut mampu melahirkan kesepahaman dan gerakan bersama antara unsur adat, agama, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menjaga nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu Minangkabau.
Sementara itu, Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, SH, S.I.K, M.I.K menegaskan bahwa berbagai persoalan seperti penyakit masyarakat (pekat), penyimpangan perilaku, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba hingga fenomena LGBT tidak bisa ditangani oleh kepolisian semata.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang peduli terhadap masa depan generasi muda.
“Persoalan sosial yang kita hadapi hari ini adalah ancaman nyata terhadap masa depan daerah. Jika tidak ditangani secara bersama-sama, dampaknya akan dirasakan oleh generasi berikutnya. Karena itu kami mengajak seluruh pihak, terutama pemerintah daerah dan para niniak mamak sebagai penjaga adat dan moral masyarakat, untuk bersatu dalam langkah nyata melakukan pencegahan, pembinaan, serta pengawasan terhadap berbagai bentuk penyimpangan perilaku yang berkembang di tengah masyarakat,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, kekuatan adat dan agama yang selama ini menjadi identitas Tanah Datar harus kembali diperkuat sebagai benteng utama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan zaman.
Seminar tersebut menghadirkan enam narasumber yang memiliki kapasitas dan pengalaman di bidangnya, yakni Kapolres Tanah Datar AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, Ketua Bakor KAN Sumbar Basrizal Dt. Pangulu Basa, Ketua LKAAM Tanah Datar Aresno Dt. Andomo, Amir Syarifudin Dt. Makhudum Sati, serta Ketua MUI Kabupaten Tanah Datar.
Masing-masing narasumber menyampaikan pandangan, strategi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan secara bersama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang mengancam generasi muda. Mulai dari penguatan pendidikan karakter berbasis adat dan agama, revitalisasi peran keluarga, peningkatan pengawasan lingkungan sosial, hingga pentingnya sinergi seluruh unsur masyarakat dalam mencegah lahirnya perilaku menyimpang.
Diskusi yang berlangsung hangat dan penuh gagasan tersebut menunjukkan tingginya kepedulian para pemangku kepentingan terhadap masa depan generasi muda Tanah Datar. Berbagai masukan, kritik, dan usulan disampaikan peserta sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, menandai komitmen bersama untuk menjadikan Tanah Datar sebagai daerah yang tetap kokoh memegang nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, sekaligus mampu melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial yang terus berkembang(d13)












