Purbalingga, relasipublik — Di Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, deru mesin molen tak pernah benar-benar berhenti. Di antara debu yang beterbangan dan panas yang mulai menyengat, satu per satu adukan beton terus dituangkan ke badan jalan. Perlahan, permukaan yang dulu kasar dan sulit dilalui mulai tertutup rapi oleh cor yang mengeras, membentuk harapan baru bagi warga.
Namun di balik setiap meter jalan yang dicor, tersimpan cerita perjuangan yang tak sederhana.
Sejumlah anggota Satgas TMMD bersama warga tampak hilir mudik. Ada yang mengangkut material, ada yang meratakan adukan, sementara lainnya memastikan alur pekerjaan tetap berjalan. Keringat membasahi pakaian, tapi tak ada yang berhenti. Semua seolah paham, bahwa pekerjaan ini bukan sekadar pembangunan jalan, melainkan upaya bersama membuka akses kehidupan yang lebih baik.
Sertu Riyadi, salah satu anggota Satgas TMMD, turut terlibat langsung di tengah aktivitas tersebut. Tangannya tak hanya menunjuk atau mengarahkan, tetapi juga ikut bekerja bersama warga.
“Setiap tahap kita kerjakan dengan maksimal. Mulai dari pengolahan material sampai pengecoran, semua harus benar-benar diperhatikan supaya hasilnya kuat dan bisa bertahan lama,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, proses pengecoran memang membutuhkan ketelitian dan kerja sama yang baik. Kesalahan kecil bisa berdampak pada kualitas jalan ke depan. Karena itu, koordinasi antara Satgas dan warga menjadi kunci utama.
Di sisi lain, keterlibatan warga bukan sekadar membantu. Bagi mereka, ini adalah bagian dari rasa memiliki. Jalan yang sedang dibangun adalah akses yang setiap hari akan mereka lewati, untuk bekerja, bersekolah, hingga menjalani aktivitas sehari-hari.
Tak jarang, canda ringan terdengar di sela pekerjaan berat. Suasana itu mencairkan lelah, memperkuat kebersamaan yang terjalin selama proses pembangunan. Gotong royong yang terbangun pjn menjadi bukti bahwa kekuatan utama dari program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga bukan hanya pada hasil fisik, tetapi juga pada semangat kolektif yang tumbuh di dalamnya.
“Alhamdulillah, saat ini progres pengecoran sudah dilakukan mulai dari awal hingga ujung jalan di dusun ini, pelan tapi pasti, sebentar lagi jalan ini akan mudah dilalui,” tambahnya.
Kini, sebagian jalan di Dusun Batur telah mulai menunjukkan wajah barunya. Cor beton yang menghampar rapi menjadi saksi dari kerja keras banyak tangan. Setiap meter yang terbangun bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang dedikasi, kebersamaan, dan harapan yang dirajut bersama.(anr)












