sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Tim II Ramadan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 1447 Hijriah yang dipimpin Wakil Bupati Ahmad Fadly mengunjungi Masjid Tauhid, Labuatan, Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Selasa (24/2/2026). Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum merajut kembali optimisme masyarakat pasca ujian bencana.
Kehadiran Wakil Bupati bersama rombongan disambut hangat jamaah dan pengurus masjid. Wali Nagari Sungai Jambu, Wilmen, mewakili pengurus dan jamaah, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut.
“Alhamdulillah, Masjid Tauhid telah berdiri selama 26 tahun. Kehadiran Tim II Ramadan menjadi kebanggaan bagi kami. Terima kasih kepada Bapak Wakil Bupati dan rombongan,” ujarnya.
Di balik sambutan hangat itu, Sungai Jambu menyimpan cerita pemulihan. Wilmen memaparkan kondisi nagari pasca banjir bandang yang sempat memutus jembatan dan berdampak pada sejumlah rumah warga. Ia menyebut, jembatan kini telah dibangun kembali, sementara normalisasi sungai dan pembangunan sabo dam masih berlangsung dengan total anggaran sekitar Rp50 miliar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah,” katanya, sembari tak menampik bahwa sejumlah program pembangunan nagari belum dapat direalisasikan tahun ini akibat keterbatasan anggaran imbas kebijakan efisiensi.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Fadly menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak signifikan terhadap kapasitas fiskal daerah.
“Efisiensi anggaran yang mencapai miliaran rupiah sangat mempengaruhi pelaksanaan pembangunan. Karena itu, skala prioritas menjadi keniscayaan,” tegasnya.
Namun ia memastikan, Pemkab Tanah Datar tidak tinggal diam. Bersama Bupati Eka Putra dan seluruh OPD terkait, pemerintah daerah terus mengupayakan sumber pendanaan alternatif melalui pemerintah provinsi maupun pusat.
“Percayalah, kami akan terus berjuang menghadirkan potensi pendanaan demi Tanah Datar yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk perantau dan instansi vertikal, untuk bergotong royong membangun daerah. Ramadan, menurutnya, bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum konsolidasi moral dan sosial.
“Mari ramaikan masjid, musala, dan surau dengan salat berjamaah, tadarus, dan kegiatan keagamaan lainnya,” imbaunya.
Tak hanya soal pembangunan fisik, Ahmad Fadly juga menyinggung pentingnya ketahanan sosial pasca bencana. Ia mengajak masyarakat bangkit dan bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman narkoba serta penyakit masyarakat.
“Mari kita ingatkan keluarga dan anak kemenakan agar menjauhi narkoba dan perilaku negatif lainnya,” pungkasnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim II Ramadan menyerahkan bantuan Rp10 juta, satu unit vacuum cleaner, serta bantuan berbuka puasa senilai Rp1,8 juta dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Dukungan juga datang dari berbagai pihak, di antaranya Bank Nagari Syariah sebesar Rp2,5 juta, Bank Syariah Indonesia Rp500 ribu, serta bantuan Al-Qur’an senilai Rp750 ribu.
Safari Ramadan di Masjid Tauhid menjadi potret bahwa di tengah keterbatasan anggaran dan sisa trauma bencana, harapan tetap menyala. Dari ruang ibadah yang sederhana itu, pemerintah dan masyarakat menegaskan satu tekad: bangkit bersama, membangun dengan iman dan kebersamaan(d13)












