Kabupaten Tanah Datar

Seruan Ramadan Tanah Datar: Ibadah Menguat, Ketertiban Dijaga

25
×

Seruan Ramadan Tanah Datar: Ibadah Menguat, Ketertiban Dijaga

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar tidak hanya mengajak masyarakat meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga ketertiban sosial selama bulan suci. Melalui Imbauan Nomor: 400.8/226/Kesra-2026 tentang Seruan Ramadan, arah kebijakan ditegaskan: religiusitas harus berjalan seiring dengan disiplin dan kepatuhan aturan.

Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, hingga masyarakat luas agar bersama-sama menciptakan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan penuh keberkahan.

Pemkab mengajak masyarakat menjalankan puasa dengan penuh keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dalam keluarga dan lingkungan. Kegiatan penyambutan Ramadan diimbau tetap berpedoman pada ajaran Islam serta menjaga ketertiban umum.

Salah satu poin tegas dalam imbauan itu adalah larangan meminta sumbangan di jalan raya, baik untuk kepentingan pribadi maupun rumah ibadah. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Di sisi lain, pelaku usaha rumah makan, kedai minuman, dan usaha sejenis diminta menghormati umat Muslim yang berpuasa dengan tidak membuka usaha pada siang hari selama Ramadan.

Dalam aspek keamanan, Wali Nagari diinstruksikan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dan memperkuat koordinasi dengan Forkopimca. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan.

Pemerintah daerah juga menekankan peran ASN dan PPPK sebagai teladan dalam ibadah, disiplin kerja, serta perilaku sosial. Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama diminta menyukseskan Pesantren Ramadan melalui program membaca dan menghafal Al-Qur’an serta pelaksanaan Subuh berjamaah bagi pelajar.

Menjelang Idul Fitri, masyarakat diimbau merayakan hari kemenangan secara sederhana dan menghindari sikap berlebihan.

Seruan ini menunjukkan bahwa bagi Tanah Datar, Ramadan bukan hanya soal ritual keagamaan, tetapi juga momentum membangun ketertiban, memperkuat solidaritas, dan menegaskan identitas daerah yang religius sekaligus beradab dalam kehidupan sosial(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *