Kabupaten Tanah Datar

Kolaborasi Adat dan Pemerintah Ringankan Beban Korban Bencana di Tanah Datar

3
×

Kolaborasi Adat dan Pemerintah Ringankan Beban Korban Bencana di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Sinergi antara unsur adat dan pemerintah kembali terlihat dalam upaya membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tanah Datar. Bupati Eka Putra menyalurkan bantuan dari Raja Pagaruyung, Sutan Muhammad Farid Thaib Tuanku Abdul Fatah, bersama Bundo Kanduang Pagaruyung Puti Reno Raudha Thaib kepada warga korban banjir, longsor, dan tanah bergerak tahun 2025, Senin (16/3/2026).

Bantuan senilai Rp60.022.000 tersebut diberikan kepada 66 kepala keluarga yang masih tinggal di hunian sementara (huntara), tersebar di sejumlah titik, di antaranya Nagari Bungo Tanjung, Nagari Sumpur, dan Nagari Guguak Malalo.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, Bupati juga meninjau langsung kondisi pengungsi untuk memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dan kesehatan warga tetap terpenuhi. Dari hasil peninjauan, kondisi warga dilaporkan stabil dan cukup nyaman menempati huntara untuk sementara waktu.

Eka Putra menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan tokoh adat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam menyambut hari raya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Kesultanan Pagaruyung dan Bundo Kanduang yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat terdampak.

Sementara itu, Wali Nagari Bungo Tanjung Yudisthira Anugraha menilai kehadiran langsung Bupati tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memberi dukungan moril bagi warga.

“Ini menjadi penguat bagi masyarakat kami untuk tetap bangkit dari musibah,” katanya.

Penyaluran bantuan ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga diperkuat oleh peran adat dan solidaritas sosial yang masih hidup di tengah masyarakat Minangkabau(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *