Solok, Relasipublik.com — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok menggelar kegiatan Titian Muhibbah dalam rangka pembinaan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aula Pertemuan Kemenag Kabupaten Solok, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Solok sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kepribadian sekaligus mempererat silaturahmi di lingkungan kerja.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum penyucian diri yang bermuara pada kemenangan spiritual. Ia menjelaskan bahwa Ramadan mengandung tiga fase utama, yakni rahmat, maghfirah (ampunan), serta pembebasan dari api neraka (itqun minan naar).
“Makna kemenangan tidak hanya dimaknai secara lahiriah, tetapi juga kemenangan dalam menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, serta meraih rahmat dan ampunan Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kemenangan tersebut harus diwujudkan melalui penguatan ibadah, di antaranya dengan memperbanyak tasbih, tahmid, dan istighfar sebagai bentuk syukur dan penghambaan kepada Allah SWT. Ia berharap nilai-nilai kesucian Ramadan dapat terus terjaga dan membawa keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua STAI Solok Nan Indah, Dr. Muhammad Hidayat Ediz, M.A., para pejabat struktural Kemenag, kepala madrasah, penyuluh agama, pengawas, serta ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Solok dengan jumlah kehadiran yang disesuaikan.
Sementara itu, Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Titian Muhibbah yang dinilai memiliki substansi penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Apapun namanya, baik itu Titian Muhibbah maupun Halal Bihalal, esensinya adalah mempererat silaturahmi serta saling memaafkan untuk memperkuat persaudaraan di antara kita,” ungkapnya.
Wabup juga menyoroti keberhasilan pelaksanaan program Pesantren Ramadan yang terlaksana berkat kolaborasi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan. Ia menyampaikan bahwa program tersebut menunjukkan dampak positif, terutama dalam meningkatkan kesadaran ibadah di kalangan pelajar.
“Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, terjadi peningkatan signifikan dalam pelaksanaan salat di kalangan siswa. Ini menjadi indikator bahwa program yang kita jalankan memberikan hasil yang baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wabup Candra mengajak seluruh ASN sebagai tokoh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam gerakan amar ma’ruf nahi munkar di lingkungan masing-masing. Ia juga menyinggung pentingnya penerapan peraturan nagari (perna) sebagai instrumen dalam menjaga ketertiban umum serta mencegah penyakit masyarakat.
“Dari 74 nagari yang ada, baru dua nagari yang telah menerapkan perna terkait ketertiban dan pencegahan penyakit masyarakat, yakni Nagari Paninggahan dan Nagari Paninjauan. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak untuk mendorong nagari lainnya segera menyusul,” tegasnya.
Melalui kegiatan Titian Muhibbah ini, diharapkan tidak hanya terbangun karakter ASN yang berintegritas dan berakhlak mulia, tetapi juga tercipta sinergi yang kuat antarpegawai dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Solok. (A3)












