Solok, Relasipublik.com – Kebutuhan akan akses penghubung yang aman dan memadai bagi masyarakat menjadi alasan utama pentingnya pembangunan jembatan gantung di wilayah terpencil. Menjawab kebutuhan tersebut, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mendampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan sekaligus Ketua Umum DPN PERADI, Otto Hasibuan, dalam kegiatan ground breaking pembangunan Jembatan Gantung Balai Panjang di Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok, Kamis (02/04/2026).
Pembangunan jembatan gantung ini menjadi solusi strategis untuk membuka keterisolasian wilayah, mengingat selama ini masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses yang berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bantuan dari PERADI sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan infrastruktur di daerah. Dalam kesempatan itu, PERADI juga menyerahkan bantuan sebesar Rp600 juta yang diserahkan langsung oleh Otto Hasibuan kepada Bupati Solok guna mendukung realisasi pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan unsur terkait, di antaranya Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Barat, Nuruddin, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, Ketua DPC PERADI Padang beserta jajaran, Kepala Lapas Solok Jepri Ginting, anggota DPRD Kabupaten Solok Ismail Koto, Camat X Koto Singkarak bersama Forkopimcam, serta Wali Nagari Saniang Baka dan unsur Kerapatan Adat Nagari (KAN) serta BPN.
Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi mendalam kepada PERADI dan pemerintah pusat atas dukungan nyata dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Solok.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari PERADI dan pemerintah pusat. Pembangunan jembatan gantung ini bukan hanya sekadar proyek fisik, tetapi merupakan solusi nyata bagi masyarakat dalam membuka akses yang selama ini terbatas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan jembatan ini nantinya akan memberikan dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya jembatan ini, mobilitas masyarakat akan semakin lancar, distribusi hasil pertanian lebih mudah, serta akses anak-anak ke sekolah dan layanan kesehatan menjadi lebih cepat dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Otto Hasibuan menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen PERADI dalam menjalankan peran sosial organisasi di tengah masyarakat.
“PERADI tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat. Bantuan pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap daerah yang membutuhkan akses infrastruktur,” ungkapnya.
Ia juga berharap pembangunan jembatan gantung ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.
“Kami berharap jembatan ini nantinya benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antar wilayah,” tambah Otto.
Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Balai Panjang ini, masyarakat Nagari Saniang Baka berharap proyek tersebut dapat segera rampung dan dimanfaatkan secara optimal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat konektivitas antar wilayah di Kabupaten Solok. (A3)












