sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Hari pertama retreat Wali Nagari se-Kabupaten Tanah Datar langsung diisi dengan pesan tegas: tak ada lagi ruang bagi ego sektoral di tingkat nagari. Bupati Eka Putra, didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, turun langsung memberikan motivasi kepada para peserta di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Sumatera Barat, Senin (6/4).
Retreat yang berlangsung 5 hingga 10 April itu bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas, tetapi juga upaya merapikan cara kerja pemerintahan nagari yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
“Sinergi, kekompakan, dan komitmen Wali Nagari adalah kunci. Mereka garda terdepan dalam menjalankan arah pembangunan daerah,” tegas Eka Putra.
Pesan itu sekaligus menjadi kritik halus terhadap lemahnya koordinasi di lapangan. Bupati mengingatkan, persoalan di nagari tidak boleh dipendam apalagi diselesaikan sendiri tanpa komunikasi.
“Kalau ada masalah, segera sampaikan. Dengan komunikasi yang intensif, solusi akan lebih cepat ditemukan,” katanya.
Penekanan pada komunikasi ini menjadi penting di tengah kompleksitas persoalan nagari—dari tata kelola hingga pelayanan publik—yang tak lagi bisa diselesaikan dengan pendekatan parsial.
Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Fadly melihat retreat ini sebagai ruang strategis untuk membangun konektivitas antar Wali Nagari. Menurutnya, kekuatan kepemimpinan di nagari tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh jejaring dan kolaborasi.
“Di sini mereka bisa saling berbagi pengalaman dan solusi. Ini penting agar tidak ada nagari yang berjalan sendiri menghadapi persoalan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh peserta tidak menyia-nyiakan momentum singkat ini. Waktu retreat yang terbatas harus dimanfaatkan maksimal untuk menyerap ilmu dari para narasumber.
“Kesempatan ini tidak datang dua kali. Setelah ini, kapasitas dan kualitas kepemimpinan harus benar-benar meningkat,” tegasnya.
Retreat ini menjadi cermin arah baru Pemerintah Kabupaten Tanah Datar: membangun nagari tidak hanya dengan program, tetapi dengan membangun cara berpikir kolektif—lebih terbuka, terhubung, dan berorientasi solusi(d13)












