Berita UtamaDaerahKabupaten Solok

Pemkab Solok Gencarkan Pencegahan Pekat dan Narkoba di Sekolah, Wabup Candra Turun Langsung

28
×

Pemkab Solok Gencarkan Pencegahan Pekat dan Narkoba di Sekolah, Wabup Candra Turun Langsung

Sebarkan artikel ini
Foto : Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I memberikan sambutan saat kegiatan sosialisasi Penyakit masyarakat (dok istimewa)

Solok, Relasipublik.com – Langkah preventif dinilai sangat penting dan mendesak dalam menekan maraknya penyakit masyarakat (pekat) serta penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda yang rentan terhadap pengaruh negatif. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok terus menggencarkan berbagai upaya pencegahan melalui kegiatan sosialisasi yang dipusatkan di MTsN 7 Solok, Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, Senin (13/04/26).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok H. Zulkifli, S.Ag., MM, Camat X Koto Diatas, Ketua Koordinator Wilayah TK dan SD, Kepala KUA, para kepala sekolah dan madrasah, majelis guru, penyuluh agama, serta para penghulu se-Kecamatan X Koto Diatas.

Dalam sambutannya, Kakankemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli menyoroti fenomena degradasi moral yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebutkan bahwa penyimpangan tidak hanya terjadi di kalangan peserta didik, tetapi juga merambah tenaga pendidik.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan moral bukan semata-mata disebabkan oleh rendahnya pendidikan atau faktor ekonomi. Banyak pelaku berasal dari kalangan berpendidikan tinggi, namun lemahnya mental dan rapuhnya iman menjadi pemicu utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan agar tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat pembinaan karakter dan spiritual.

Sementara itu, Wakil Bupati Solok H. Candra dalam arahannya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menanggulangi penyakit masyarakat. Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.

Wabup Candra juga membagikan pengalaman sukses salah satu nagari dalam menekan angka penyakit masyarakat melalui penerapan peraturan nagari (perna). Dalam aturan tersebut, aktivitas hiburan malam seperti orgen tunggal dilarang karena dinilai kerap memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari konsumsi minuman keras hingga penyalahgunaan narkoba.

“Melalui musyawarah niniak mamak, diterapkan sanksi sosial berupa tidak diikutsertakannya pelanggar dalam kegiatan adat. Sanksi ini terbukti lebih efektif dan memberikan efek jera,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bentuk dukungan terhadap kearifan lokal dalam menjaga ketertiban sosial.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh perangkat nagari, tokoh masyarakat, serta institusi pendidikan untuk bersinergi aktif dalam mencegah berkembangnya penyakit masyarakat. Ia menilai, peran sekolah sangat strategis dalam membentengi generasi muda sejak dini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami bersama Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi kita,” tutupnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga moralitas generasi muda sebagai aset masa depan daerah. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *