Kota solok, Relasipublik.com – Suara beduk menggema dari halaman Balai Kota Solok. Dalam hitungan detik, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil langsung pecah memenuhi udara Kota Solok. Malam itu, Pemerintah Kota Solok resmi melepas pawai takbiran keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Selasa malam (26/5/26)
Ribuan pasang mata tampak memadati ruas jalan. Anak-anak, orang tua hingga kaum muda berdiri di sepanjang jalur pawai. Mereka larut dalam suasana religius yang hangat, menyaksikan iring-iringan kendaraan hias dan rombongan peserta yang datang dari berbagai OPD, BUMD, hingga 13 kelurahan se-Kota Solok.
Momen pelepasan pawai berlangsung khidmat sekaligus meriah. Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra bersama Wakil Wali Kota Solok memukul beduk sebagai tanda dimulainya takbiran keliling. Prosesi itu turut didampingi unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta jajaran kepala OPD.
Dentuman beduk seakan menjadi penanda bahwa malam kemenangan dan pengorbanan telah tiba. Tak sekadar tradisi tahunan, pawai takbiran di Kota Solok tahun ini menjadi gambaran kuatnya semangat kebersamaan masyarakat. Di tengah derasnya perkembangan zaman, gema takbir masih mampu menyatukan ribuan warga dalam satu rasa: syukur dan persaudaraan.
Sepanjang perjalanan pawai, gema “Allahu Akbar” terus berkumandang. Cahaya lampu kendaraan peserta berpadu dengan antusiasme masyarakat yang memenuhi tepi jalan. Banyak warga mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara anak-anak tampak berlarian kecil mengikuti iring-iringan rombongan takbiran.
Dalam sambutannya, Wali Kota Solok mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha bukan hanya sebagai perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat keimanan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, semangat berkurban harus dimaknai sebagai bentuk keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas terhadap sesama, terutama di tengah kehidupan masyarakat yang terus menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
“Idul Adha mengajarkan arti keikhlasan dan kepedulian. Momentum ini harus menjadi penguat ukhuwah islamiyah dan semangat berbagi di tengah masyarakat,” pesan Wali Kota di hadapan peserta takbiran.
Pawai berlangsung tertib dan aman hingga selesai. Aparat keamanan bersama panitia terlihat sigap mengatur arus lalu lintas dan memastikan kegiatan berjalan lancar. Kondisi itu membuat masyarakat nyaman menikmati suasana malam takbiran.
Bagi warga Kota Solok, malam takbiran bukan sekadar agenda rutin pemerintah daerah. Lebih dari itu, malam tersebut menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan rasa damai, mempererat hubungan sosial, sekaligus menjaga syiar Islam tetap hidup di tengah masyarakat.
Melalui kemeriahan takbiran keliling ini, Pemerintah Kota Solok berharap nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan persatuan dalam Idul Adha terus tumbuh dan menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. (A3)












