sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Pemerintah Nagari Tanjung memulai langkah strategis dalam penataan aset nagari dengan melaksanakan kegiatan pengukuran Balai (Pasar) Jumat Nagari Tanjung Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya inventarisasi aset nagari sebagai dasar pengelolaan yang lebih tertib, profesional, dan produktif.
Kegiatan pengukuran berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan sinergi. Proses tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Pemerintah Nagari Tanjung, Kerapatan Adat Nagari (KAN), Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN), para tokoh masyarakat, serta masyarakat yang berjualan di Balai Jumat. Keterlibatan seluruh unsur ini menjadi bukti adanya komitmen bersama untuk menata aset nagari demi kepentingan masyarakat luas.
Pengukuran dilakukan untuk memastikan luas, batas, serta kondisi fisik aset Balai Jumat sehingga memiliki data yang akurat sebagai landasan pengembangan dan pengelolaan di masa mendatang.
Wali Nagari Tanjung Ridwan Amri, A.Md menegaskan, kegiatan tersebut merupakan komitmen pemerintah nagari dalam menata seluruh aset yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pengukuran Balai Jumat ini bertujuan menginventarisasi seluruh aset nagari secara tertib dan akurat. Salah satu aset yang menjadi prioritas adalah Balai Jumat yang nantinya akan dikelola oleh BUMNag Ngalau Soda. Dengan pengelolaan yang profesional, kami berharap aset ini tidak hanya terawat dengan baik, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan asli nagari yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan penataan aset tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen nagari yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga dan mengembangkan aset milik bersama.
Sementara itu, Ketua KAN Nagari Tanjung, Hendrius Dt. Majo Indo, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Pemerintah Nagari. Menurutnya, inventarisasi aset merupakan bentuk tanggung jawab terhadap harta pusaka nagari yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan anak nagari.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Aset nagari adalah kekayaan bersama yang harus dikelola dengan baik, bukan hanya dipelihara, tetapi juga dikembangkan agar memberi nilai ekonomi tanpa menghilangkan fungsi sosial dan nilai adat yang melekat. Sinergi antara Pemerintah Nagari, KAN, BPRN, tokoh masyarakat, dan para pedagang menjadi modal utama agar pengelolaan Balai Jumat ke depan berjalan sukses,” katanya.
Di sisi lain, Direktur BUMNag Ngalau Soda Putra Yendri, menyatakan kesiapan pihaknya mengelola Balai Jumat secara profesional setelah proses administrasi dan penyerahan aset selesai dilakukan.
Direktur Bumnag yang akrab disapa Feri ini menjelaskan, program yang akan dijalankan meliputi pembenahan infrastruktur pasar, penataan area berjualan, peningkatan fasilitas pendukung, perbaikan kebersihan, keamanan, hingga penyusunan sistem pengelolaan yang lebih modern dan transparan.
“Kami ingin menghadirkan Balai Jumat yang lebih tertata, nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. Selain melakukan perbaikan infrastruktur, BUMNag juga akan menerapkan sistem pengelolaan yang profesional agar potensi ekonomi Balai Jumat dapat dioptimalkan. Target akhirnya adalah menjadikan aset ini sebagai salah satu sumber pendapatan nagari yang mampu mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Feri.
Melalui inventarisasi dan penataan aset ini, Pemerintah Nagari Tanjung menunjukkan keseriusannya membangun tata kelola aset yang berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh unsur nagari, Balai Jumat diharapkan tidak lagi sekadar menjadi pusat aktivitas perdagangan mingguan, tetapi berkembang menjadi aset ekonomi strategis yang mampu memperkuat kemandirian keuangan Nagari Tanjung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat(d13)












