Purbalingga, relasipublik — Di tengah kegiatan pembangunan fisik program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, terdapat upaya lain yang tak kalah penting, yakni memperkuat keterampilan dan kemandirian masyarakat. Bertempat di Balai Desa Krangean, puluhan ibu-ibu nampak berkumpul dengan semangat, bukan sekadar bersosialisasi, melainkan mengikuti penyuluhan keterampilan keluarga yang digelar oleh TP PKK Kabupaten Purbalingga.
Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari warga dan anggota PKK desa mengikuti pelatihan pembuatan dimsum berbahan dasar ikan lele. Di atas meja sederhana itu, bahan-bahan lokal diolah dengan penuh ketelatenan. Dari tangan-tangan yang awalnya ragu, perlahan lahir keterampilan baru, menghadirkan olahan yang sebelumnya belum banyak dikenal di desa tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program nonfisik TMMD yang menyasar pembangunan sumber daya manusia. Babinsa Krangean, Serma Jarwono, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi lokal desa, khususnya komoditas ikan lele.
Selama ini, ikan lele mudah dijumpai dan banyak dibudidayakan warga Krangean. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan dalam bentuk mentah. Melalui pelatihan ini, warga didorong untuk mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
“Potensi lele di Krangean cukup melimpah. Kami ingin meningkatkan SDM melalui keterampilan keluarga, khususnya ibu-ibu desa. Harapannya, mereka tidak hanya menjual dalam bentuk mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah seperti dimsum. Ini bisa menjadi peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).
Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan penuh keakraban. Tawa sesekali pecah saat peserta mencoba membentuk dimsum dengan berbagai kreasi. Namun di balik itu, tampak kesungguhan untuk belajar dan berkembang. Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar pelatihan singkat, melainkan pintu awal menuju peluang usaha baru.
Asih, salah satu peserta, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sebagai pelaku UMKM, ia merasa pelatihan ini memberikan inspirasi segar untuk mengembangkan usahanya.
“Saya sebelumnya sudah membuat berbagai produk olahan seperti abon, lele terbang, dan keripik. Alhamdulillah, dari pelatihan ini saya jadi dapat ide baru. Dimsum berbahan lele juga masih jarang di sini, jadi ini peluang. Semoga ke depan bisa saya kembangkan dan bermanfaat bagi keluarga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menanamkan semangat pemberdayaan masyarakat. Dari Balai Desa Krangean, langkah kecil itu mulai dirintis untuk mengolah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.(anr)












