Berita UtamaKabupaten Solok

Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Solok Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Hijrah

18
×

Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Solok Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Hijrah

Sebarkan artikel ini
Foto: Bupati Solok Hadiri kegiatan NU (dok foto istimewa A3)

Solok, Relasipublik.com – Suasana religius menyelimuti Rumah Dinas Bupati Solok di Arosuka, Jumat (19/6/2026) malam. Ratusan jamaah Nahdliyin, ulama, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Solok berkumpul dalam kegiatan Lailatul Ijtima’ yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Solok dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi ruang memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Solok yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Kehadiran Bupati Solok, Jon Firman Pandu, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, unsur Forkopimda, Pj. Sekretaris Daerah, hingga para pengurus PCNU menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah daerah dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi keagamaan yang selama ini berperan menjaga persatuan umat.

Dalam sambutannya, Bupati Solok menegaskan bahwa semangat Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai momentum hijrah menuju perubahan yang lebih baik, tidak hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender. Ini adalah momentum introspeksi untuk memperkuat iman, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat serta daerah,” ujar Jon Firman Pandu di hadapan para jamaah.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata. Peran ulama dan organisasi keagamaan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan masyarakat yang damai, toleran, dan berkarakter.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Solok terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Nahdlatul Ulama, dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

PCNU Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Ketua PCNU Kabupaten Solok, Muhammad Zaky, menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ merupakan agenda rutin yang memiliki makna penting dalam mempererat silaturahmi antarwarga Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat pemahaman keislaman dan semangat kebangsaan.

Menurutnya, tantangan kehidupan sosial saat ini membutuhkan kebersamaan seluruh elemen umat agar tetap menjaga persatuan dan kerukunan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, serta mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan demi kemajuan daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dzikir bersama, doa, tausiyah keagamaan, hingga diskusi keumatan yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepedulian Nyata untuk Santri dan Pesantren

Salah satu momen yang menyentuh dalam kegiatan tersebut adalah ketika Bupati Solok bersama Ketua TP PKK Kabupaten Solok secara pribadi menyerahkan bantuan uang tunai kepada para santri, santriwati, dan pengurus pondok pesantren yang hadir.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan keagamaan yang selama ini menjadi benteng pembentukan karakter generasi muda.

Bagi Pemerintah Kabupaten Solok, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembinaan moral yang berperan penting dalam mencetak generasi berakhlak mulia dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Para penerima bantuan menyambut perhatian tersebut dengan penuh rasa syukur. Mereka berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan pesantren terus terjalin sehingga upaya membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berkarakter dapat berjalan lebih optimal.

Menyatukan Ulama dan Umara untuk Kabupaten Solok yang Lebih Maju

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kegiatan Lailatul Ijtima’ menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan tetap menjadi fondasi penting dalam perjalanan Kabupaten Solok menuju masa depan.

Kebersamaan yang terjalin antara pemerintah daerah, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mewujudkan daerah yang maju tanpa meninggalkan identitas religius dan budaya yang telah mengakar kuat.

Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, harapan besar pun kembali dipanjatkan: agar persatuan tetap terjaga, ukhuwah semakin kuat, dan Kabupaten Solok terus melangkah menjadi daerah yang religius, berbudaya, serta sejahtera bagi seluruh masyarakatnya. (A3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *