sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kabupaten Tanah Datar berlangsung khidmat di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Rabu (20/5). Upacara yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” itu menjadi momentum refleksi atas tantangan baru bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital dan persaingan global.
Eka Putra bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan refleksi terhadap lahirnya kesadaran kolektif bangsa melalui berdirinya Boedi Oetomo pada awal abad ke-20.
“Peristiwa tersebut adalah fajar menyingsing bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi menembus batas-batas kedaerahan,” kata Eka Putra saat membacakan sambutan menteri.
Ia menyampaikan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi semata berbicara soal kedaulatan wilayah, tetapi telah bergeser menuju perebutan kedaulatan informasi dan penguasaan teknologi digital.
Menurutnya, kebangkitan nasional di era modern harus dimaknai sebagai keberanian keluar dari ketertinggalan, kebodohan, dan ketergantungan terhadap pihak lain.
“Secara filosofis kebangkitan nasional merupakan proses dinamis yang terus menyesuaikan dengan tantangan zaman. Kebangkitan berarti keberanian melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan,” ujarnya.
Dalam sambutan itu juga ditegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa bergantung pada bantuan pihak luar, melainkan lahir dari kekuatan dan keteguhan rakyatnya sendiri.
Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, lanjutnya, visi kemandirian nasional diwujudkan melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kebangkitan nasional adalah milik kita bersama. Berawal dari kesadaran individu, terakumulasi secara kolektif, dan bermuara pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” tegasnya.
Usai pelaksanaan upacara di Lapangan Cindua Mato, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan upacara penghormatan di Taman Makam Pahlawan. Pada kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Batusangkar bertindak sebagai inspektur upacara.
Peringatan Harkitnas tingkat Kabupaten Tanah Datar turut dihadiri Ketua DPRD Anton Yondra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua GOW, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga persatuan, karakter, dan semangat kemandirian nasional(d13)












