Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Siapkan Gerakan Lingkungan Berkelanjutan, HLH 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Budaya Gotong Royong

32
×

Tanah Datar Siapkan Gerakan Lingkungan Berkelanjutan, HLH 2026 Jadi Momentum Bangkitkan Budaya Gotong Royong

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mulai mematangkan langkah menuju peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar rapat koordinasi di Aula Eksekutif, Rabu (3/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi titik awal penguatan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Tidak sekadar membahas agenda seremonial, rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurrahman Hadi itu menitikberatkan pada langkah-langkah nyata yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam arahannya, Abdurrahman Hadi menegaskan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang bersih tidak harus selalu dimulai dari program besar. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru menjadi fondasi utama dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Hal-hal sederhana seperti pemotongan rumput secara rutin perlu menjadi perhatian bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Sekda juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Tanah Datar. Menurutnya, kebersihan dan keindahan lingkungan tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap kegiatan gotong royong dapat dilaksanakan secara rutin sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga,” katanya.

Selain kebersihan, rapat juga membahas program penghijauan dan penghutanan yang akan menjadi salah satu fokus dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini. Namun, Abdurrahman mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, melainkan dari tingkat keberhasilan pemeliharaan pohon tersebut hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Program penghutanan harus menjadi perhatian bersama. Setiap penanaman pohon perlu disertai dengan penetapan pihak yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pemeliharaannya,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan menjaga lingkungan saat ini tidak hanya terletak pada persoalan sampah atau minimnya ruang hijau, tetapi juga pada konsistensi dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

“Mari kita samakan komitmen untuk menjaga kebersihan agar Kabupaten Tanah Datar menjadi daerah yang indah, hijau, dan asri,” ungkapnya.

Abdurrahman menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan yang bersifat simbolis. Momentum tersebut harus menjadi titik penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup hendaknya tidak hanya diisi dengan kegiatan penanaman pohon, tetapi juga menjadi momentum untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” katanya.

Melalui berbagai program yang tengah disiapkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai identitas daerah.

Dengan komitmen bersama, Tanah Datar menargetkan lahirnya gerakan lingkungan yang tidak hanya berlangsung sesaat, tetapi menjadi budaya yang terus tumbuh dan mengakar demi mewujudkan daerah yang bersih, hijau, indah, asri, dan nyaman bagi generasi masa kini maupun masa depan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *