Kabupaten Tanah Datar

Ramadan Menggerakkan Ekonomi, Bupati Pantau Denyut Pasar Pabukoan

8
×

Ramadan Menggerakkan Ekonomi, Bupati Pantau Denyut Pasar Pabukoan

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi rakyat. Hal itu tergambar dari ramainya aktivitas jual beli di Pasar Pabukoan Batusangkar yang dipadati masyarakat menjelang berbuka puasa.

Untuk memastikan perputaran ekonomi berjalan sehat dan harga tetap terkendali, Bupati Tanah Datar Eka Putra turun langsung meninjau pasar, Sabtu (28/2/2026), didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Masni Yuletri.

Kunjungan tersebut tidak sekadar seremonial. Pemerintah daerah ingin memastikan stabilitas harga bahan pokok, ketersediaan stok, serta kenyamanan masyarakat dalam berbelanja takjil selama Ramadan 1447 Hijriah.

“Saya ingin melihat langsung bagaimana perputaran ekonomi di pasar. Alhamdulillah, para pedagang menyampaikan dagangannya habis terjual. Ini pertanda daya beli masyarakat masih terjaga,” ujar Eka Putra.

Ia memastikan hingga saat ini ketersediaan bahan pokok di Tanah Datar relatif aman dengan harga yang stabil dan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa distribusi dan pengendalian pasar berjalan efektif.

Di sisi lain, Bupati mendorong pedagang untuk menghadirkan makanan khas tempo dulu sebagai strategi memperkaya pilihan sekaligus memperkuat identitas kuliner lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan memastikan makanan yang dijual aman dari bahan berbahaya.

“Pasar yang sehat bukan hanya ramai pembeli, tetapi juga bersih dan aman,” tegasnya.

Para pedagang mengaku bersyukur karena sejak Pasar Pabukoan dipusatkan di Pasar Atas Batusangkar, penjualan meningkat signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, banyak dagangan yang habis sebelum waktu berbuka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan semata soal konsumsi, melainkan tentang bagaimana ekonomi mikro bergerak, UMKM bertahan, dan optimisme tumbuh dari lapak-lapak sederhana yang menjadi tumpuan hidup banyak keluarga(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *