Berita UtamaKabupaten Solok

Harkitnas 2026 di Kabupaten Solok, Wabup Candra Soroti Tantangan Kedaulatan Digital Bangsa

41
×

Harkitnas 2026 di Kabupaten Solok, Wabup Candra Soroti Tantangan Kedaulatan Digital Bangsa

Sebarkan artikel ini
Foto : Wabup Solok pimpin Upacara Peringti Harkitnas (dok A3)

Solok, Relasipublik.com – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Solok bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perang informasi yang semakin tak terbendung, Pemerintah Kabupaten Solok mencoba mengingatkan kembali satu hal penting: bangsa yang besar hanya akan bertahan jika generasinya mampu menjaga identitas dan tidak kehilangan arah.

Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Upacara Kantor Bupati Solok di Arosuka, Rabu (20/5/2026), saat jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, hingga ASN berdiri tegak mengikuti upacara peringatan Harkitnas. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.HI., membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid.

Namun di balik barisan peserta upacara dan pengibaran bendera, pesan yang disampaikan tahun ini terasa lebih tajam dan relevan dengan kondisi bangsa saat ini.

Pemerintah menilai tantangan Indonesia kini bukan lagi semata mempertahankan batas wilayah, melainkan menjaga kedaulatan informasi di tengah ledakan teknologi dan transformasi digital yang bergerak tanpa kompromi.

“Semangat 1908 adalah tonggak dimana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan kedaulatan bangsa yang bermartabat,” demikian amanat Menteri Komdigi yang dibacakan Wakil Bupati Solok.

Pernyataan itu menjadi refleksi bahwa semangat kebangkitan nasional tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Kebangkitan hari ini menuntut kesiapan generasi muda menghadapi ancaman baru: disinformasi, degradasi moral digital, hingga lunturnya rasa kebangsaan akibat derasnya pengaruh global.

Tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi penegasan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi penerusnya. Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya fokus membangun infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membangun karakter, literasi digital, dan kesadaran kebangsaan.

Di Kabupaten Solok, pesan itu terasa penting. Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, daerah tidak boleh hanya menjadi penonton transformasi digital nasional. ASN, pelajar, tokoh masyarakat, hingga keluarga dituntut ikut menjaga ruang digital tetap sehat dan produktif.

Upacara yang diikuti Pj. Sekretaris Daerah Jefrizal, SPi, MT, kepala OPD, unsur Forkopimda, dan seluruh ASN itu berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme. Namun lebih dari itu, Harkitnas tahun ini seolah menjadi alarm bahwa kebangkitan bangsa di era modern tidak lagi diukur dari seberapa kuat senjata, melainkan seberapa siap generasi mudanya menghadapi perang ide, informasi, dan teknologi.

Karena pada akhirnya, bangsa yang gagal menjaga tunas mudanya akan kehilangan masa depannya sendiri. (A3)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *