Solok, Relasipublik.com — Di balik hamparan perbukitan dan kesejukan Nagari Tanjung Balik, Kecamatan X Koto Diatas, tersimpan sebuah cerita tentang bagaimana gerakan masyarakat mampu tumbuh menjadi kekuatan pembangunan. Senin (8/6/2026), nagari tersebut menjadi pusat perhatian saat Tim Penilai Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat melakukan verifikasi lapangan dalam rangka Lomba Gerakan PKK Tahun 2026.
Namun, kunjungan tim penilai kali ini bukan sekadar agenda lomba tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat sejauh mana gerakan pemberdayaan keluarga mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Di Aula Kantor Camat X Koto Diatas, jajaran pemerintah daerah, kader PKK, tokoh masyarakat, hingga warga berkumpul menyambut kedatangan tim penilai yang dipimpin Staf Ahli TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko. Hadir pula Bupati Solok Dr.(HC) Jon Firman Pandu, SH dan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu.
Dari Nagari Berprestasi Menuju Inspirasi Nasional
Nama Nagari Tanjung Balik bukanlah wajah baru dalam deretan daerah berprestasi. Dalam beberapa tahun terakhir, nagari ini berhasil mencatatkan berbagai capaian membanggakan di tingkat nasional.
Mulai dari meraih Juara II Nasional Bidang Literasi hingga masuk Tiga Besar Nasional Kampung KB, sederet penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia dan kekuatan komunitasnya.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menilai keberhasilan tersebut lahir dari semangat gotong royong yang masih terjaga kuat di tengah masyarakat.
“Prestasi yang diraih Nagari Tanjung Balik bukan hasil kerja satu pihak. Ini adalah buah dari kolaborasi antara masyarakat, pemerintah nagari, pemerintah daerah, serta kader-kader PKK yang terus bergerak dan berinovasi,” ungkapnya.
Menurut Bupati, Gerakan PKK tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial dan administrasi semata. PKK harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Gerakan PKK harus lahir dari bawah, tumbuh bersama masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
PKK di Garda Depan Menghadapi Tantangan Sosial
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, peran keluarga semakin penting sebagai benteng utama pembentukan karakter generasi muda.
Karena itu, Bupati Solok secara khusus mengajak kader PKK untuk mengambil peran aktif dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga rendahnya literasi digital masyarakat.
Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan memilah informasi agar tidak mudah terjebak hoaks, disinformasi, fitnah, maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan.
Pesan tersebut menjadi relevan di era digital saat ini, ketika tantangan pembangunan tidak lagi hanya berkaitan dengan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan ketahanan sosial masyarakat.
PKK Bukan Sekadar Organisasi, Tetapi Pelayan Masyarakat
Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa keberhasilan Nagari Tanjung Balik menjadi representasi Kabupaten Solok dalam lomba tingkat provinsi merupakan hasil proses panjang yang melibatkan pembinaan berkelanjutan.
Berbagai program yang dijalankan PKK, kata dia, dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan dilaksanakan melalui kerja sama lintas sektor.
“PKK tidak hanya hadir sebagai pendamping pemerintah daerah, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang terus berupaya memberikan manfaat bagi keluarga melalui berbagai program pemberdayaan,” ujarnya.
Di Nagari Tanjung Balik, berbagai program pemberdayaan keluarga telah berjalan berdampingan dengan penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan keluarga, kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Menilai, Membina, dan Menginspirasi
Bagi Tim Penilai TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, verifikasi lapangan bukan sekadar mencari siapa yang terbaik.
Staf Ahli TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Dianita Maulin Vasko, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan sarana evaluasi sekaligus pembinaan bagi kader PKK di daerah.
Ia mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan TP-PKK Nagari Tanjung Balik, termasuk pengelolaan bank sampah dan program-program pemberdayaan masyarakat yang dinilai mampu memberikan dampak langsung kepada warga.
“Kami hadir tidak hanya untuk menilai, tetapi juga memberikan motivasi dan pembinaan. Yang paling penting adalah bagaimana program-program PKK benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Dianita, keberhasilan implementasi 10 Program Pokok PKK menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya saing.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, Nagari Tanjung Balik menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari lingkungan keluarga.
Melalui tangan-tangan para kader PKK yang bekerja tanpa banyak sorotan, lahir berbagai program yang memperkuat pendidikan keluarga, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, menjaga kesehatan masyarakat, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Verifikasi lapangan yang dilakukan Tim Penilai TP-PKK Provinsi Sumatera Barat pun menjadi lebih dari sekadar penilaian lomba. Ia menjadi pengakuan atas kerja kolektif masyarakat yang selama ini bergerak dalam senyap.
Dan dari Nagari Tanjung Balik, Kabupaten Solok kembali mengirim pesan bahwa pembangunan yang paling kokoh selalu dimulai dari keluarga. Sebab ketika keluarga berdaya, masyarakat akan kuat, dan daerah akan semakin maju. (A3)0












