Padang, relasipublik – Pemerintah Kota Padang terus mematangkan langkah menuju penyaluran bantuan sosial (bansos) yang lebih tepat sasaran melalui digitalisasi pendataan masyarakat. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Implementasi dan Persiapan Launching Digitalisasi Bantuan Sosial yang digelar di Aula Kantor Dinas Sosial Kota Padang, Senin (29/6/2026).
Rapat koordinasi dihadiri Staf Ahli Wali Kota Padang Feri Mulyani Hamid, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Padang Syaiful Andri, serta para camat se-Kota Padang.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan implementasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos), sebuah platform digital yang menjadi basis pendataan masyarakat penerima bantuan sosial. Melalui sistem ini, masyarakat dapat melakukan pendaftaran maupun pembaruan data secara mandiri melalui laman resmi Perlinsos.
Rapat koordinasi ini merupakan sosialisasi Perlinsos ketiga yang menyasar seluruh camat di Kota Padang. Pemerintah Kota Padang menilai percepatan implementasi perlu dilakukan mengingat jadwal pelaksanaan program yang cukup ketat.
Staf Ahli Wali Kota Padang Feri Mulyani Hamid mengatakan, setelah pelaksanaan rapat koordinasi, implementasi Perlinsos akan langsung berjalan hingga akhir Agustus sebelum memasuki masa sanggah pada September 2026.
“Setelah rakor ini, program Perlinsos akan langsung berjalan hingga akhir Agustus, karena pada September mendatang kita sudah memasuki masa sanggah,” ujarnya.
Ia menegaskan, digitalisasi pendataan menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Kita ingin memotivasi para camat agar mengawal pendataan digital ini dengan optimal. Tujuannya jelas, agar masyarakat yang benar-benar berhak masuk kategori penerima tidak lagi terabaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Padang Syaiful Andri mengungkapkan bahwa Kota Padang memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai salah satu daerah pelaksana proyek percontohan digitalisasi bantuan sosial.
“Kota Padang terpilih masuk dalam 42 kabupaten dan kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai daerah piloting implementasi digitalisasi bansos,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan dua kelurahan sebagai lokasi uji coba pelaksanaan program pada 7 hingga 8 Juli 2026, yakni Kelurahan Kuranji di Kecamatan Kuranji dan Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX di Kecamatan Lubuk Begalung.
Melalui implementasi Portal Perlinsos, Pemerintah Kota Padang berharap proses pendataan penerima bantuan sosial menjadi lebih akurat, transparan, dan akuntabel, sehingga penyaluran bansos dapat tepat sasaran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.












