PADANG PANJANG,RELASIPUBLIK.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat sinergi dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi tahun 2026 melalui penyelarasan sejumlah program prioritas pembangunan daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi antara jajaran Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang Panjang yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, serta dihadiri Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, bersama sejumlah kepala OPD terkait.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah provinsi menekankan empat strategi utama yang akan menjadi fokus pemulihan ekonomi Sumatera Barat pada tahun 2026. Strategi itu meliputi hilirisasi agroindustri dan penguatan magnet devisa, transformasi pariwisata dan ekonomi hijau, percepatan digitalisasi UMKM, serta mitigasi bencana sebagai bagian dari investasi pembangunan daerah.
Mahyeldi mengatakan pemulihan ekonomi daerah harus dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar program pembangunan berjalan lebih efektif dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, potensi ekonomi daerah seperti sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, dan UMKM perlu didorong secara maksimal melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi agar mampu meningkatkan daya saing daerah di tengah tantangan ekonomi global.
Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Pemanfaatan platform digital dinilai dapat memperluas pasar dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi UMKM lokal.
Sementara itu, Wali Kota Hendri Arnis menyambut baik sinkronisasi program pembangunan yang dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia menilai koordinasi tersebut penting agar arah kebijakan pembangunan daerah dapat berjalan selaras dengan program provinsi dan nasional.
Menurut Hendri, Padang Panjang memiliki sejumlah potensi yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mulai dari sektor perdagangan, pendidikan, pariwisata religi, hingga pengembangan UMKM berbasis digital.
Pemerintah kota juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan usaha kecil, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penataan infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi.
Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, mitigasi bencana turut menjadi perhatian penting dalam strategi pembangunan tahun 2026. Hal tersebut mengingat Sumatera Barat merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana alam sehingga diperlukan pembangunan yang adaptif dan berkelanjutan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Padang Panjang juga terus melakukan berbagai langkah pemulihan ekonomi pascabencana melalui penguatan koordinasi lintas instansi, dukungan terhadap UMKM, serta pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.
Melalui sinkronisasi empat strategi utama tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang Panjang berharap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026 dapat berjalan lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.(git0)












