Kabupaten Tanah Datar

Sambut Wamenkes RI, Ahmad Fadly Dorong Tanah Datar Jadi Pilot Project Eliminasi TB di Sumbar

11
×

Sambut Wamenkes RI, Ahmad Fadly Dorong Tanah Datar Jadi Pilot Project Eliminasi TB di Sumbar

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar 

Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut langsung kedatangan Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus di ruang VVIP Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Selasa (12/5/2026). Kunjungan kerja Wamenkes selama dua hari di Sumatera Barat itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat mulai memberi perhatian serius terhadap persoalan kesehatan yang masih menghantui daerah, terutama ancaman Tuberkulosis (TB).

Kunjungan tersebut mencakup Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, hingga Kota Padang Panjang. Di Tanah Datar sendiri, Wamenkes dijadwalkan mengunjungi Puskesmas Pagaruyung untuk meninjau program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekaligus melanjutkan agenda ke RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar.

“Pak Wamenkes besok akan melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis di Pagaruyung dan juga meninjau RSUD M. Ali Hanafiah. Kita berharap kunjungan ini membawa dampak nyata bagi sektor kesehatan di Tanah Datar,” ujar Ahmad Fadly usai mendampingi Wamenkes menghadiri kuliah umum di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang.

Ahmad Fadly menegaskan, persoalan TB di Tanah Datar tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Berdasarkan data identifikasi dinas terkait, terdapat sekitar 1.485 notifikasi atau dugaan kasus TB di Tanah Datar. Namun, baru sekitar 780 pasien yang berhasil ditangani hingga tuntas pengobatan.

Angka itu menjadi alarm keras bahwa masih ada ratusan warga yang berpotensi luput dari pengawasan dan pengobatan. Karena itu, Pemkab Tanah Datar mendorong daerah tersebut menjadi pilot project percepatan eliminasi TB di Sumatera Barat.

“Kita ingin Tanah Datar menjadi daerah percontohan dalam percepatan penanganan TB. Salah satu langkahnya melalui Cek Kesehatan Gratis untuk mendeteksi lebih dini masyarakat yang terindikasi mengidap TB,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada penanganan penyakit, Pemkab Tanah Datar juga memanfaatkan momentum kunjungan itu untuk memperjuangkan peningkatan fasilitas layanan kesehatan daerah. Ahmad Fadly mengungkapkan pihaknya telah mengajukan proposal bantuan kepada Kementerian Kesehatan guna melengkapi sarana dan prasarana RSUD M. Ali Hanafiah.

“Kita berharap dengan kunjungan langsung ini, pemerintah pusat bisa melihat kebutuhan riil rumah sakit daerah dan menyetujui bantuan fasilitas kesehatan yang sudah diajukan,” katanya.

Sementara itu, Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus menegaskan pemerintah pusat tengah bergerak cepat mempercepat eliminasi TB di Indonesia melalui pendekatan aktif dan berbasis data lapangan.

“Kita lakukan pemeriksaan aktif by name by address, distribusi alat rontgen portabel dan PCR ke daerah, pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, hingga bantuan renovasi rumah bagi pasien TB dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Ia menegaskan TB masih menjadi ancaman serius nasional dengan angka kematian mencapai sekitar 120 ribu jiwa setiap tahun. Di Sumatera Barat sendiri, estimasi penderita TB mencapai 25 ribu orang, namun baru sekitar 62 persen yang berhasil ditemukan dan ditangani.

“Ini persoalan besar yang harus dituntaskan bersama. Eliminasi TB tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak,” pungkasnya.

Selain mendampingi agenda kunjungan lapangan, Ahmad Fadly juga mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Sumatera Barat, kepala dinas kesehatan, serta direktur RSUD se-Sumbar, dan menghadiri kuliah umum di Poltekkes Kemenkes Padang(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *