Kabupaten Tanah Datar

Banjir dan Longsor Terjang Tanjung Emas, Puluhan Rumah Terendam, Warga Mengungsi di Kantor Camat

59
×

Banjir dan Longsor Terjang Tanjung Emas, Puluhan Rumah Terendam, Warga Mengungsi di Kantor Camat

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com //  Tanah Datar

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tanjung Emas sejak Selasa sore (12/5) memicu banjir dan longsor di sejumlah nagari. Luapan air serta material longsor menerjang permukiman warga, merendam puluhan rumah dan memutus akses jalan di beberapa titik.

Camat Tanjung Emas, Riky Afrizaldi S.STP, menyampaikan berdasarkan data sementara hingga Rabu siang (13/5), bencana hidrometeorologi tersebut dipicu naiknya debit Batang Silombiak secara drastis pada Selasa (12/5)sekitar pukul 20.30 WIB akibat intensitas hujan yang tinggi.

“Terdapat tiga nagari yang terdampak banjir dan longsor, yakni Nagari Saruaso, Nagari Tanjung Barulak, dan Nagari Koto Tangah,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 90 kepala keluarga terdampak bencana tersebut. Sedikitnya 87 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Selain rumah warga, dua unit kedai dan satu mushalla juga ikut terdampak genangan.

Tidak hanya banjir, longsor juga menghantam sejumlah kawasan permukiman. Material tanah dilaporkan menimpa enam unit rumah warga sehingga menumpuk di bagian dinding rumah dan mengancam keselamatan penghuni.

Longsor juga menutup badan jalan penghubung Jorong Sungai Salak menuju Kubang Landai, menyebabkan akses masyarakat sempat lumpuh total.

Di tengah kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kecamatan Tanjung Emas langsung bergerak cepat membuka posko pengungsian sementara di kantor camat. Hingga Rabu siang, tercatat enam kepala keluarga masih mengungsi dan mendapatkan penanganan darurat.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tanjung Emas juga telah disiagakan di lokasi pengungsian guna memastikan kondisi kesehatan para pengungsi tetap terpantau. Sementara kebutuhan konsumsi pengungsi dibantu oleh pemerintah nagari bersama MBG.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Satgas Nagari, diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga serta penanganan dampak bencana di lapangan.

Upaya percepatan pemulihan juga dilakukan dengan menurunkan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum untuk membuka kembali akses jalan Sungai Salak–Kubang Landai yang tertimbun material longsor.

Sementara itu, tim dari nagari, kecamatan, hingga Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar masih terus melakukan pendataan kerusakan dan dampak banjir terhadap masyarakat maupun lahan pertanian warga.

Gotong royong massal juga dilakukan di sejumlah titik terdampak. Satgas nagari bersama masyarakat membersihkan material longsor yang menimpa rumah warga, sementara endapan lumpur banjir di rumah-rumah dan rumah ibadah dibersihkan secara bersama-sama.

Untuk mempercepat proses pembersihan, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tanah Datar turut menurunkan beberapa unit armada pemadam kebakaran guna membantu menyedot lumpur dan membersihkan rumah warga yang terendam.

Di sisi lain, Dinas Sosial Kabupaten Tanah Datar juga telah menyalurkan bantuan darurat berupa paket bantuan bagi warga yang mengungsi.

Bencana yang melanda Tanjung Emas ini kembali memperlihatkan tingginya ancaman banjir dan longsor di kawasan rawan saat curah hujan ekstrem terjadi. Pemerintah daerah kini dituntut tidak hanya bergerak dalam penanganan darurat, tetapi juga memperkuat mitigasi dan tata kelola lingkungan agar bencana serupa tidak terus berulang dan memakan korban lebih besar di kemudian hari(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *