Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Dibidik Pasar Global, Pusat Turun Gunung Jajaki Potensi Wisata

17
×

Tanah Datar Dibidik Pasar Global, Pusat Turun Gunung Jajaki Potensi Wisata

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Upaya menembus pasar pariwisata internasional mulai digarap serius. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II turun langsung ke Tanah Datar, Senin (27/4), meninjau sejumlah destinasi unggulan yang dinilai punya daya jual global, dari Kampung Minang di Nagari Sumpur hingga Puncak Aua Sarumpun.

Kunjungan dua hari ini bukan sekadar seremonial. Pemerintah pusat tengah membaca langsung kesiapan destinasi daerah untuk “naik kelas” ke panggung internasional—sekaligus menguji apakah potensi yang selama ini dibanggakan benar-benar siap dipasarkan.

Mewakili Bupati, Asisten Administrasi Umum Setda Riswandi menegaskan, kehadiran tim pusat menjadi momentum penting untuk mengangkat eksistensi pariwisata Tanah Datar, terutama Nagari Sumpur yang menyimpan kekuatan budaya autentik.

“Kampung Minang bukan hanya soal lanskap rumah gadang, tetapi identitas Minangkabau yang hidup. Ini yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara,” ujarnya di Rumah Gadang Kampung Minang.

Namun, ia tak menutup fakta: geliat pariwisata daerah masih dibayangi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Karena itu, dukungan konkret dari pemerintah pusat, terutama dalam penguatan infrastruktur dan fasilitas wisata, menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar harapan.

“Asistensi pusat sangat kami butuhkan agar potensi ini tidak berhenti sebagai cerita, tapi benar-benar menjadi destinasi unggulan,” tegasnya.

Di sisi lain, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Yulia, membuka peta pasar yang tengah dibidik. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan agen perjalanan dari Jepang, Korea, hingga Australia—masing-masing dengan karakter wisatawan yang berbeda.

“Wisatawan Jepang dan Korea kuat pada minat budaya dan panorama, sementara Australia cenderung mencari pengalaman petualangan. Tanah Datar punya keduanya,” jelasnya.

Hasil kunjungan ini, lanjutnya, akan menjadi dasar untuk membawa langsung para agen perjalanan internasional ke Tanah Datar. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan promosi tidak berhenti di meja presentasi, tetapi berbasis pengalaman nyata di lapangan.

“Kami ingin mereka melihat sendiri. Dari situ, promosi ke pasar global akan lebih kuat dan terukur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Parpora Tanah Datar, Inhendri Abas, menegaskan pariwisata telah ditempatkan sebagai sektor prioritas daerah. Namun, ia mengakui, tanpa sinergi kuat dengan pusat, akselerasi pengembangan akan sulit mencapai hasil maksimal.

“Pariwisata bukan lagi pelengkap, tapi motor penggerak ekonomi. Kolaborasi adalah kunci agar potensi ini benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan ini mengirim pesan tegas: Tanah Datar punya modal kuat untuk bersaing di pasar global. Namun tanpa langkah konkret, pembenahan infrastruktur, dan promosi yang agresif, potensi itu berisiko tetap menjadi potret indah yang hanya dinikmati dari kejauhan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *