sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 melalui upacara gabungan di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu (2/5). Namun di balik seremoni yang berlangsung khidmat, pesan yang disuarakan justru menohok: otonomi dan pendidikan tak boleh berhenti pada rutinitas, tetapi harus menjelma menjadi dampak nyata bagi masyarakat.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri serta sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam pidatonya, ditegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan administratif, melainkan instrumen strategis untuk memotong ketimpangan pembangunan, memperbaiki layanan publik, dan mempercepat kesejahteraan.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, pemerintah pusat mendorong daerah agar tidak lagi reaktif dan bergantung, tetapi mampu berdiri mandiri dengan kebijakan yang terukur. Penekanan diberikan pada sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, serta peningkatan kemandirian fiskal—tiga titik lemah yang selama ini kerap menjadi ganjalan di banyak daerah.
Tak kalah penting, kolaborasi lintas daerah, penguatan layanan dasar, hingga stabilitas wilayah juga disebut sebagai prasyarat mutlak agar otonomi tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa arah.
Di sisi lain, peringatan Hardiknas 2026 menghadirkan refleksi yang tak kalah serius. Dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pemerintah menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Ia adalah kerja kolektif yang melibatkan keluarga, masyarakat, hingga media.
Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) disebut sebagai prioritas baru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun lebih dari itu, pemerintah juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi—empat pilar utama: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media—yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri.
“Pendidikan yang bermutu akan terlaksana melalui kesamaan pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” demikian kutipan dalam sambutan tersebut, yang sekaligus menjadi kritik halus terhadap pola lama yang masih terjebak pada formalitas tanpa substansi.
Bupati Eka Putra pada kesempatan itu juga menyampaikan ucapan selamat Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hardiknas 2026, seraya mengajak seluruh elemen untuk memperkuat komitmen bersama.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Ahmad Fadly, Ketua DPRD Anton Yondra, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi, pimpinan OPD, camat se-Tanah Datar, serta peserta dari kalangan ASN, non-ASN, dan pelajar.
Peringatan ini pada akhirnya menyisakan satu pertanyaan penting: sejauh mana otonomi dan pendidikan benar-benar dirasakan masyarakat, atau justru masih terjebak dalam seremoni tahunan tanpa perubahan signifikan(d13)












