Kabupaten Tanah Datar

Pusat Turun Tangan, Tanah Datar Dikejar “Siap Tempur”: Proyek Sekolah Rakyat dan Pasar Batusangkar Masuk Fase Kritis

8
×

Pusat Turun Tangan, Tanah Datar Dikejar “Siap Tempur”: Proyek Sekolah Rakyat dan Pasar Batusangkar Masuk Fase Kritis

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Sinyal kuat percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Tanah Datar akhirnya nyata. Kunjungan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum RI ke Batusangkar, Selasa malam (21/04), bukan sekadar seremoni, tetapi alarm keras: daerah harus segera “siap tempur” jika tak ingin proyek nasional tersendat di meja administrasi.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menerima langsung Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) Kementerian PU RI Wilayah Sumatera Barat, Aljihat, di Rumah Dinas Bupati, Komplek Indo Jolito, Batusangkar. Pertemuan ini menjadi forum krusial untuk menguji kesiapan daerah menjelang pelaksanaan dua proyek besar: Sekolah Rakyat (SR) dan revitalisasi Pasar Atas Serikat C.

Didampingi jajaran OPD strategis, Eka Putra menyampaikan apresiasi atas atensi pemerintah pusat. Namun di balik nada diplomatis itu, tersirat pesan tegas: peluang sudah dibuka, kini daerah dituntut membuktikan kesiapan.

“Koordinasi ini penting agar pembangunan bisa segera terealisasi dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Eka Putra.

Lebih dari Sekadar Proyek Fisik

Sekolah Rakyat bukan hanya bangunan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia. Sementara revitalisasi Pasar Atas Serikat C menyasar denyut ekonomi rakyat yang selama ini kerap tersendat oleh persoalan fasilitas dan tata kelola.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan satu hal: proyek besar selalu berhadapan dengan tantangan klasik—lahan, administrasi, dan sinkronisasi lintas instansi.

Hal itu ditegaskan Aljihat. Ia tidak menutup-nutupi bahwa keberhasilan proyek sangat ditentukan oleh kesiapan daerah, bukan sekadar kucuran anggaran pusat.

“Sinergi lintas sektor mutlak. Kelengkapan administrasi, kesiapan lahan, hingga dukungan teknis harus tuntas. Tanpa itu, percepatan hanya jadi jargon,” tegasnya.

Ujian Nyata: Siap atau Tertinggal

Kepala Dinas PU Tanah Datar, Mustika Suarman, mengakui bahwa saat ini fokus utama adalah pemenuhan readiness criteria—syarat wajib sebelum proyek bisa benar-benar berjalan.

Sekolah Rakyat di Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, serta revitalisasi Pasar Batusangkar masih berada pada tahap krusial: memastikan seluruh dokumen, kesiapan teknis, dan dukungan lintas OPD rampung tanpa celah.

“Kami diminta mempercepat seluruh proses agar pengerjaan sesuai jadwal,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas KUKMP, Elno Pempri, membeberkan kondisi terkini Pasar Atas Batusangkar. Status lahan harus clear and clean, sertifikasi tengah diproses di ATR/BPN, sementara penghapusan aset pasar masih menunggu penilaian material hingga appraisal oleh KPKNL.

Artinya jelas: proyek ini belum sepenuhnya aman dari hambatan.

Taruhannya Nyata

Kunjungan Satker PPS menjadi lebih dari sekadar monitoring. Ini adalah momen penentu—apakah Tanah Datar mampu memenuhi standar ketat proyek nasional atau justru terjebak dalam siklus klasik birokrasi yang memperlambat pembangunan.

Jika semua syarat terpenuhi, dua proyek ini berpotensi menjadi lompatan besar: pendidikan yang lebih inklusif dan ekonomi pasar rakyat yang lebih hidup. Namun jika tidak, kesempatan bisa bergeser—dan daerah hanya akan kembali menjadi penonton.

Kini, bola ada di tangan pemerintah daerah. Sinergi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *