Kota Padangpanjang

Rutan Padang Panjang Gandeng Yayasan Dar El-Iman, Pembinaan WBP Didorong Lewat Tahfiz dan Dakwah

17
×

Rutan Padang Panjang Gandeng Yayasan Dar El-Iman, Pembinaan WBP Didorong Lewat Tahfiz dan Dakwah

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Padang

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Padang Panjang mulai menggeser pendekatan pembinaan warga binaan ke arah yang lebih substantif. Tak sekadar rutinitas, pembinaan kini diarahkan menyentuh aspek spiritual sebagai fondasi perubahan perilaku.

Langkah itu ditandai dengan kunjungan Kepala Rutan Padang Panjang, Novri Abbas, ke Yayasan Dar El-Iman, Rabu (06/05/2026), guna menjajaki kerja sama strategis dalam program pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Ricky Afriwandi Lubis, rombongan Rutan disambut langsung Ketua Yayasan, Muhammad Elvi Syam.

Dalam pertemuan tersebut, Yayasan Dar El-Iman menawarkan program pembinaan berbasis keagamaan yang terstruktur, mulai dari tahfiz Al-Qur’an, pelatihan dakwah, hingga penguatan praktik ibadah harian.

“Kedepan kita berencana membekali warga binaan dengan kegiatan tahfiz, dakwah, dan program keagamaan lainnya. Ini bukan hanya soal ilmu, tapi juga pembentukan karakter,” ungkap Elvi.

Karutan Novri Abbas menegaskan, pihaknya tidak ingin kerja sama ini berhenti di tahap wacana. Ia memastikan hasil pertemuan akan segera ditindaklanjuti secara konkret di internal rutan.

“Kita akan siapkan seluruh perangkat pendukung agar program ini bisa segera berjalan. Pembinaan keagamaan harus menjadi bagian integral dari proses pemasyarakatan,” tegasnya.

Ia menilai, pendekatan spiritual menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kesadaran diri warga binaan, sekaligus membuka peluang perubahan yang lebih berkelanjutan setelah mereka kembali ke masyarakat.

“Kita ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tapi juga mengalami proses perbaikan diri yang nyata,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, kedua pihak juga sepakat menyiapkan Nota Kesepahaman (MoU) dalam waktu dekat sebagai payung hukum pelaksanaan program.

Kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata dari pihak yayasan berupa Al-Qur’an dan kurma—simbol sederhana, namun sarat makna, atas dimulainya kolaborasi yang diharapkan mampu menghadirkan perubahan dari dalam tembok rutan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *