Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Berduka, ASN Berdedikasi Tinggi Ali Asmar Wafat di Usia 48 Tahun

10
×

Tanah Datar Berduka, ASN Berdedikasi Tinggi Ali Asmar Wafat di Usia 48 Tahun

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Salah satu putra terbaik daerah, Ali Asmar, S.Pd, MT, yang menjabat Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), wafat pada usia 48 tahun.

Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi melayat langsung ke rumah duka di Komplek Rizano Cubadak, Kecamatan Lima Kaum, Rabu (29/4/2026). Kehadiran keduanya menjadi penegas kehilangan mendalam atas sosok aparatur yang dikenal loyal dan berintegritas.

“Almarhum kami kenal sebagai pegawai yang rajin, jujur, dan memiliki dedikasi tinggi,” ujar Bupati Eka Putra.

Pemerintah daerah, kata Bupati, kehilangan figur pekerja keras yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelayanan administrasi kependudukan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian almarhum serta mendoakan agar segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

“Atas nama pemerintah daerah, kami berterima kasih atas pengabdian beliau. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat. Ratusan pelayat mengantar kepergian almarhum ke peristirahatan terakhir. Sekda Abdurrahman Hadi dalam sambutannya menegaskan bahwa kepergian adalah kehendak Tuhan, sementara yang ditinggalkan memikul tanggung jawab untuk mendoakan.

“Dedikasi dan pengabdian almarhum akan selalu menjadi kenangan bagi kami semua,” katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak atas segala khilaf almarhum semasa hidup, sekaligus mengajak masyarakat untuk memaafkan dengan lapang dada.

Kepergian Ali Asmar tak hanya meninggalkan duka, tetapi juga pengingat tentang arti pengabdian dan keterbatasan waktu. Ketua warga setempat, Iptu Rismaizal, mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai refleksi untuk terus menebar kebaikan.

Di balik suasana haru, satu hal yang tersisa: Tanah Datar kehilangan sosok yang bekerja dalam diam, namun jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam ingatan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *