Kabupaten Tanah Datar

212 Jemaah Haji Tanah Datar Dilepas, Bupati Ingatkan: Ini Perjalanan Suci, Jaga Fisik dan Fokus Ibadah

12
×

212 Jemaah Haji Tanah Datar Dilepas, Bupati Ingatkan: Ini Perjalanan Suci, Jaga Fisik dan Fokus Ibadah

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Sebanyak 212 jemaah calon haji asal Kabupaten Tanah Datar resmi dilepas menuju Tanah Suci dalam sebuah seremoni khidmat di Masjid Muhammadiyah Batusangkar, Selasa (28/4). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di hadapan unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

Namun, seremoni ini bukan penanda keberangkatan serentak. Fakta di lapangan menunjukkan, jemaah Tanah Datar harus menghadapi skema keberangkatan terpisah—sebuah realitas teknis yang menuntut kesiapan ekstra sejak dari kampung halaman.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Tanah Datar, Afrizon, mengungkapkan bahwa 212 jemaah terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Sebanyak 201 jemaah tergabung dalam kloter 13 dan dijadwalkan masuk asrama pada 7 Mei 2026 pukul 07.10 WIB. Sementara 11 jemaah lainnya berada di kloter 14, masuk asrama pada 8 Mei pukul 10.00 WIB di Padang.

“Perbedaan jadwal ini membuat sebagian rombongan harus berangkat dari daerah sejak dini hari, bahkan sekitar pukul 03.00 WIB. Itu sebabnya pelepasan dilakukan terpisah dari jadwal keberangkatan,” jelasnya.

Di tengah dinamika itu, Bupati Eka Putra menegaskan satu hal krusial: kesehatan adalah kunci utama keberhasilan ibadah haji.

“Sejak dari jadwal keberangkatan saja sudah menguras energi. Karena itu, saya minta seluruh jemaah benar-benar menjaga kondisi fisik. Jangan sampai ibadah terganggu hanya karena kita abai sejak awal,” tegasnya.

Lebih jauh, Eka Putra mengingatkan bahwa kesempatan berhaji bukan perkara sederhana. Antrean panjang yang bisa mencapai belasan tahun menjadikan setiap jemaah yang berangkat tahun ini sebagai kelompok yang “terpilih”.

“Rata-rata jemaah kita mendaftar sejak 2012 hingga 2014. Ini bukan perjalanan biasa, ini panggilan. Ada yang sudah mendaftar tapi belum sempat berangkat karena lebih dulu dipanggil Yang Maha Kuasa. Maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ujarnya tajam.

Ia juga menyoroti harapan baru terhadap peningkatan layanan haji, seiring hadirnya lembaga khusus yang menangani urusan tersebut di tingkat nasional. Menurutnya, profesionalisme pelayanan harus benar-benar dirasakan jemaah di lapangan.

“Saya minta tidak ada jemaah yang terabaikan—baik dari sisi pendampingan, konsumsi, maupun kesehatan. Pemerintah daerah juga akan terus memantau kondisi jemaah selama di Tanah Suci,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menggarisbawahi bahwa ibadah haji menuntut kesiapan menyeluruh—bukan hanya finansial, tetapi juga mental dan spiritual.

“Kesempatan ini tidak datang dua kali dengan mudah. Kami berharap seluruh jemaah mampu menjalankan ibadah dengan sempurna dan kembali dengan predikat haji mabrur,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenhaj Tanah Datar, Dafrizon, memastikan bahwa seluruh jemaah telah dibekali melalui rangkaian manasik dan pelatihan intensif.

“Jemaah kita sudah siap, baik dari sisi pengetahuan maupun pendampingan. Tim kesehatan dan petugas haji juga akan mendampingi selama proses ibadah berlangsung,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Eka Putra menitipkan harapan yang lebih luas: doa dari Tanah Suci untuk kampung halaman.

“Doakan Tanah Datar selalu dalam lindungan Allah, dijauhkan dari bencana, dan masyarakatnya sejahtera. Serta doakan saudara-saudara kita yang lain bisa segera menyusul ke Tanah Suci,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa di balik perjalanan spiritual, ada tanggung jawab besar—menjaga diri, menjaga ibadah, dan membawa pulang keberkahan, bukan sekadar gelar(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *