Kabupaten Tanah Datar

Dari Dapur ke Dunia Digital: Kominfo Tanah Datar Perkuat “Benteng Pertama” Literasi Internet di Nagari III Koto

5
×

Dari Dapur ke Dunia Digital: Kominfo Tanah Datar Perkuat “Benteng Pertama” Literasi Internet di Nagari III Koto

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika tidak lagi bicara literasi digital di ruang seminar elitis. Mereka turun langsung ke jantung masyarakat—nagari. Senin (4/5), para Kader Posyandu di Nagari III Koto menjadi sasaran penguatan literasi digital, dengan satu fokus utama: menjadikan ibu sebagai “firewall” pertama di rumah.

Kepala Dinas Kominfo, Dedi Triwidono, menyampaikan pesan yang tegas: era digital tidak bisa dihindari, tetapi bisa dikendalikan—jika keluarga punya bekal.

“Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dasar. Keluarga harus menjadi ruang aman pertama bagi anak dalam berinteraksi dengan teknologi,” ujarnya.

Ia menyoroti fenomena yang kian nyata: anak-anak semakin cepat akrab dengan internet, sementara orang tua sering tertinggal satu langkah di belakang. Ketimpangan ini, jika dibiarkan, membuka ruang bagi hoaks, penipuan daring, hingga paparan konten berisiko.

Karena itu, peran ibu—yang selama ini identik dengan pengasuhan—kini diperluas menjadi penjaga gerbang digital keluarga. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali kemampuan praktis: mengenali informasi palsu, menjaga privasi, hingga memahami pola kejahatan digital yang semakin canggih.

Namun, pendekatan yang dibangun bukan sekadar defensif. Kominfo mendorong keluarga untuk naik kelas: dari pengguna pasif menjadi pemanfaat aktif teknologi.

“Internet bukan hanya soal hiburan. Ia bisa menjadi alat pendidikan, bahkan membuka peluang ekonomi jika dimanfaatkan dengan tepat,” tambah Dedi.

Di sisi lain, Wali Nagari Willy Adha menyambut positif langkah tersebut dan menegaskan bahwa penguatan literasi digital di tingkat nagari adalah investasi jangka panjang.

“Kami melihat ini sebagai kebutuhan mendesak. Masyarakat nagari harus siap menghadapi perubahan zaman. Peran ibu sangat strategis karena dari keluarga lah karakter dan kebiasaan digital anak terbentuk,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, agar transformasi digital tidak hanya terjadi di kota, tetapi merata hingga ke nagari.

Langkah Kominfo Tanah Datar ini mengirim pesan jelas: transformasi digital tidak cukup dibangun dari infrastruktur dan jaringan semata. Ia harus dimulai dari rumah—dari kesadaran, dari pengetahuan, dan dari tangan-tangan yang setiap hari membentuk generasi berikutnya.

Dari nagari, arah masa depan digital sedang ditentukan(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *