sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar
Dinamika di tubuh Kepolisian kembali bergerak. Sejumlah perwira di lingkungan Polda Sumatera Barat, termasuk Polres Tanah Datar, resmi mengalami rotasi jabatan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Sumbar Nomor: Kep/171/IV/2026 dan Kep/181/IV/2026.
Mutasi ini tak hanya memindahkan nama dari satu jabatan ke jabatan lain. Ia membawa cerita baru, tanggung jawab baru, sekaligus harapan publik yang tak pernah ringan: pelayanan yang lebih cepat, penegakan hukum yang lebih tegas, dan kehadiran polisi yang benar-benar terasa.
Di Polres Tanah Datar, sejumlah posisi strategis ikut berganti. Dari Kasat Resnarkoba, Kasat Binmas, hingga Kasat Samapta, termasuk beberapa Kapolsek di wilayah hukum Tanah Datar. Pergeseran ini menjadi penanda bahwa roda organisasi terus berputar—menyesuaikan diri dengan tantangan yang kian kompleks di lapangan.
Serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung di Mapolres Tanah Datar pada Senin (4/5). Bagi pejabat lama, ini adalah akhir dari satu bab pengabdian. Bagi pejabat baru, ini adalah awal dari ujian sesungguhnya.
Kapolres Tanah Datar, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septiyanto, dalam sambutannya memilih nada yang lugas namun menyentuh. Ia menegaskan bahwa di balik setiap mutasi, ada tanggung jawab yang tidak bisa ditunda.
“Setiap jabatan itu ada ceritanya, ada pengorbanannya. Tapi yang paling penting, ada tanggung jawab kepada masyarakat. Di sinilah kita diuji—apakah benar hadir untuk melayani, atau sekadar menjalankan rutinitas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama yang telah mengabdi, sembari memberi penekanan kuat kepada pejabat baru agar tidak larut dalam proses adaptasi yang terlalu lama.
“Terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi yang telah diberikan. Kepada pejabat baru, saya minta jangan menunggu lama untuk bergerak. Masalah di lapangan tidak pernah menunggu kita siap. Kita yang harus siap lebih dulu,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan publik di tengah berbagai dinamika sosial.
“Masyarakat tidak butuh janji, mereka butuh bukti. Hadir di tengah mereka, dengarkan, dan selesaikan persoalan dengan hati. Itu yang akan diingat,” tambahnya.
Mutasi kali ini menjadi pengingat bahwa institusi Polri terus berbenah. Namun pada akhirnya, publik akan menilai bukan dari seberapa sering rotasi dilakukan, melainkan seberapa besar dampaknya terasa.
Di Tanah Datar, harapan itu kini kembali disematkan pada wajah-wajah baru yang mengemban tugas. Waktu akan menjawab—apakah perubahan ini benar-benar membawa energi baru, atau sekadar pergantian tanpa gema(d13)












