Kabupaten Tanah Datar

Kominfo Tanah Datar Gaspol Bangun Nagari Statistik, Berguru ke Dharmasraya yang Sudah Lebih Maju

16
×

Kominfo Tanah Datar Gaspol Bangun Nagari Statistik, Berguru ke Dharmasraya yang Sudah Lebih Maju

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Dharmasraya

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tanah Datar mulai tancap gas membangun sistem data berbasis nagari. Tak ingin meraba dalam gelap, mereka langsung “berguru” ke Kabupaten Dharmasraya yang lebih dulu melesat lewat program Nagari Statistik, Selasa (21/4).

Langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa. Kominfo Tanah Datar memimpin langsung rombongan lintas sektor—mulai dari Dinas PMD, BPS, hingga perwakilan Nagari Sungayang dan Padang Laweh yang disiapkan sebagai proyek percontohan. Pesannya jelas: pembangunan hari ini tidak bisa lagi tanpa data yang presisi.

Rombongan disambut Plt Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya, Hendri, bersama jajaran. Diskusi berlangsung intens sebelum rombongan turun ke lapangan meninjau Nagari Sungai Duo, ikon nasional dalam implementasi Nagari Statistik.

Nagari Sungai Duo bukan nama sembarangan. Sejak dicanangkan pada 2019, nagari ini menjadi pelopor sistem statistik sektoral terintegrasi di tingkat desa—bahkan disebut sebagai yang pertama di Indonesia. Data dikumpulkan secara berjenjang, dari jorong hingga kelompok masyarakat seperti petani, kader dasa wisma, hingga penerima PKH. Hasilnya, data tak lagi sekadar angka, tetapi menjadi dasar pengambilan kebijakan yang konkret.

Fokus utama kunjungan ini justru berada pada Kominfo Tanah Datar sebagai motor penggerak transformasi data. Mewakili Bupati Tanah Datar, Sekretaris Dinas Kominfo, Efrison, SE, menegaskan bahwa penguatan Nagari Statistik adalah langkah strategis untuk mengakhiri kebijakan berbasis asumsi.

“Kami tidak ingin lagi merancang program hanya berdasarkan perkiraan. Nagari Statistik adalah fondasi untuk menghadirkan kebijakan yang tepat sasaran, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan sistem data tidak cukup hanya dengan teknologi, tetapi harus ditopang komitmen lintas sektor hingga ke level nagari.

“Kominfo akan menjadi simpul utama integrasi data, namun keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kolaborasi seluruh pihak, mulai dari OPD, BPS, hingga pemerintah nagari,” tambahnya.

Sementara itu, Hendri mengungkapkan bahwa keberhasilan Nagari Sungai Duo tidak dibangun dalam waktu singkat. Konsistensi, pembinaan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama.

“Data yang baik lahir dari sistem yang disiplin. Di Sungai Duo, semua unsur bergerak, dari bawah hingga atas. Itu yang membuatnya kuat,” jelasnya.

Kunjungan ini menjadi sinyal tegas bahwa Tanah Datar tengah berbenah. Di tengah tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin berbasis data, langkah Kominfo Tanah Datar ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

Jika berhasil, Nagari Statistik bukan hanya soal angka dan tabel. Ia akan menjadi kompas baru pembangunan—menentukan arah kebijakan, menghindari pemborosan anggaran, dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *