Kabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Incar Pasar Global, Bupati Eka Putra Jemput Bola Kemenpar

8
×

Tanah Datar Incar Pasar Global, Bupati Eka Putra Jemput Bola Kemenpar

Sebarkan artikel ini

sumbar.relasipublik.com // Tanah Datar

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mulai serius membidik pasar wisata internasional. Bupati Eka Putra tak menunggu bola, ia langsung “menjemput” peluang dengan menggelar audiensi bersama Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata RI di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Selasa (28/4).

Pertemuan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, jajaran OPD, hingga unsur teknis pembangunan itu bukan sekadar seremoni. Agenda utamanya jelas: menyusun strategi konkret agar pariwisata Tanah Datar naik kelas—dari destinasi domestik menjadi magnet wisatawan mancanegara.

Bupati Eka Putra menegaskan, perhatian pemerintah pusat menjadi suntikan energi bagi daerah untuk mempercepat pembenahan sektor pariwisata. Ia menyadari, potensi besar tanpa promosi yang tepat hanya akan menjadi cerita lokal yang tak pernah sampai ke panggung dunia.

“Tanah Datar punya kekayaan budaya Minangkabau yang autentik, warisan sejarah, dan panorama alam yang kuat secara visual. Ini bukan sekadar potensi—ini modal besar yang harus dipasarkan secara agresif,” tegasnya.

Ia juga mengakui, pekerjaan rumah tidak sedikit. Pembenahan destinasi, peningkatan infrastruktur, hingga penguatan SDM menjadi kunci agar Tanah Datar tidak hanya menarik, tetapi juga siap menerima lonjakan wisatawan asing.

“Pariwisata bukan hanya soal kunjungan, tapi dampak ekonomi. Ini sektor strategis untuk menggerakkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Di sisi lain, Asdep Pemasaran Pariwisata Mancanegara II, Yulia, melihat Tanah Datar sebagai salah satu simpul penting wisata budaya di Sumatera Barat. Ikon seperti Istano Basa Pagaruyung dinilai memiliki daya pikat kuat bagi wisatawan global yang mencari pengalaman autentik.

Namun, ia mengingatkan, daya tarik saja tidak cukup. Tanah Datar harus berani masuk ke arena persaingan global dengan strategi yang terukur dan modern.

“Penguatan branding destinasi, promosi digital berbasis platform internasional, keikutsertaan dalam pameran wisata dunia, hingga penyusunan paket wisata terintegrasi harus menjadi fokus,” jelasnya.

Lebih jauh, Yulia menekankan pentingnya kesiapan daerah dari sisi hulu ke hilir—mulai dari pelayanan, kebersihan, aksesibilitas, hingga pengembangan ekonomi kreatif masyarakat sekitar destinasi.

Satu poin krusial yang disorot adalah digitalisasi. Menurutnya, promosi konvensional tak lagi cukup di era saat ini.

“Digitalisasi adalah kunci. Promosi harus masuk ke ekosistem global. Kolaborasi bisa diperkuat dengan mengundang travel agent internasional dan menggelar funtrip agar mereka merasakan langsung kekuatan destinasi Tanah Datar,” ujarnya.

Audiensi ini menandai satu hal penting: Tanah Datar tidak lagi sekadar menjaga warisan, tetapi mulai serius mengemasnya menjadi produk wisata kelas dunia. Tantangannya kini bukan pada potensi, melainkan konsistensi dan keberanian mengeksekusi strategi(d13)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *